.
bibir ini masih merajuk
mengulum pagi yang sejuk
aku kembali berasyik masyuk
hingga lelah ku terbujuk
mata ini tersaruk-saruk
senyumpun berpeluk teruk
mengayuh asa di hati berbiduk
terdampar di wajahmu yang sejuk
sayang ;
mari kita mengoyak waktu
agar rindu tak lagi membatu
#salam imaji #
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
Kata Kata adlh sebuah hati, jiwa, nurani dan mata hati yg bisa terkecap segala rasa dari bumbu2 ekploitasi imjinasi yg bisa mengenyangkan juga memabukan. Kata Kata selalu "membebaskan" dirinya dari segala apapun dan tak ingin terkungkung, terpasung oleh pakem2 sastera dan kaidah2 Bahasa Indonesia. Kata Kata bisa "melebur" menjadi apa saja.
DAFTAR ISI
- HAIKU (1)
- KUMPULAN PUISI ALIT (40)
- Love Poems (12)
- PUISI (39)
- SAJAK (10)
- SAJAK-SAJAK PENGANTAR LELAP (10)
Kamis, 24 November 2011
Masihkah Tersenyum ? /40/
.
.
bibirku masih terkunci
mengulum wajahmu tanpa caci
dan bukan benci
"masihkah kau tersenyum ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
.
bibirku masih terkunci
mengulum wajahmu tanpa caci
dan bukan benci
"masihkah kau tersenyum ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
SECANGKIR SENYUM
.
malam ini
kembali aku menyeruput
secangkir kopi hitam merengut
hilangkan penat yang memagut
sebatang rokok kretek ketengan
kembali kepulkan kerinduan
secangkir senyum dalam senyuman
marilah berminum-minum bersama ku
agar dahaga malam tak lagi mencibir laku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
malam ini
kembali aku menyeruput
secangkir kopi hitam merengut
hilangkan penat yang memagut
sebatang rokok kretek ketengan
kembali kepulkan kerinduan
secangkir senyum dalam senyuman
marilah berminum-minum bersama ku
agar dahaga malam tak lagi mencibir laku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
Dengarlah Riuhku /39/
.
.
memagut kembali ruang sunyi
saat sepi mencumbu malam
hatiku semakin riuh
dan kau yang terlelap ;
masihkah kau mendengar ?
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
.
memagut kembali ruang sunyi
saat sepi mencumbu malam
hatiku semakin riuh
dan kau yang terlelap ;
masihkah kau mendengar ?
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
SENYUM MERUPA AIR MATA
.
cawan-cawan madu yang kutampung dalam mataku
adalah tetes-tetes senyum mu yang melapangkan dahaga ku
hingga yang tersisa adalah rindu yang terluka
tersayat di sudut-sudut mata
kini
senyum mu merupa air mataku
masihkah kau ingat ?
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
cawan-cawan madu yang kutampung dalam mataku
adalah tetes-tetes senyum mu yang melapangkan dahaga ku
hingga yang tersisa adalah rindu yang terluka
tersayat di sudut-sudut mata
kini
senyum mu merupa air mataku
masihkah kau ingat ?
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050411
.
Sabtu, 19 November 2011
SAYANG
.
Sayang
aku tak ingin kau menjadi seperti yang ku mau
biarpun aku selalu menghardik mu, dengan sikap manja ku
Sayang
jadilah bintang dengan kesederhanaan mu
jadilah rembulan dengan kesahajaan mu
jadilah malam dengan ketenangan mu
jadilah mentari dengan kehangatan mu
Sayang
jadilah elok dan lembut di hatiku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
Sayang
aku tak ingin kau menjadi seperti yang ku mau
biarpun aku selalu menghardik mu, dengan sikap manja ku
Sayang
jadilah bintang dengan kesederhanaan mu
jadilah rembulan dengan kesahajaan mu
jadilah malam dengan ketenangan mu
jadilah mentari dengan kehangatan mu
Sayang
jadilah elok dan lembut di hatiku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
DI UJUNG JALAN INI
.
di ujung jalan ini
aku masih punguti puing berserakan
ada jejak mu disana ;
kamu, dengan senyum mu
di sudut hati ini
aku masih meniti keping kewarasan
ada suara mu disana ;
kamu, dengan raga mu
di ujung jalan ini
kembali kuhitung hari
tujuh mentari terlewati
aku masih menanti
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
di ujung jalan ini
aku masih punguti puing berserakan
ada jejak mu disana ;
kamu, dengan senyum mu
di sudut hati ini
aku masih meniti keping kewarasan
ada suara mu disana ;
kamu, dengan raga mu
di ujung jalan ini
kembali kuhitung hari
tujuh mentari terlewati
aku masih menanti
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
BERI AKU WARNA
.
aku kembali menggeliat
kala harum mu terlewat
dan aku makin menggeliat
tanpa mengerti,
mungkin takdir tengah menyirat
dengarlah degub jantungku
lihatlah keangkuhan ku
rasakanlah ketidak berdayaan ku
bahwa kini aku limbung,
terhenyak dan membatu
beri aku warna mu
agar ku mampu melukis pelangi di matamu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
aku kembali menggeliat
kala harum mu terlewat
dan aku makin menggeliat
tanpa mengerti,
mungkin takdir tengah menyirat
dengarlah degub jantungku
lihatlah keangkuhan ku
rasakanlah ketidak berdayaan ku
bahwa kini aku limbung,
terhenyak dan membatu
beri aku warna mu
agar ku mampu melukis pelangi di matamu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
DIMANA ?
.
aku lapar
aku dahaga
dimana mata hatimu ?
aku ingin mengunyah jati diri mu
agar hatiku kenyang oleh air matamu
dimana relung hatimu ?
aku ingin menghirup warna laku mu
agar jiwaku tak tersedak oleh kelembutan cinta mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
aku lapar
aku dahaga
dimana mata hatimu ?
aku ingin mengunyah jati diri mu
agar hatiku kenyang oleh air matamu
dimana relung hatimu ?
aku ingin menghirup warna laku mu
agar jiwaku tak tersedak oleh kelembutan cinta mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
KITA DAN REMBULAN
.
senyumlah kepada malam
saat hening mu kelam
karena aku masih disini, sendiri
mematung dalam sunyi
dan rembulan berkata kepada kita ;
"kemarilah wahai insan yang merindu,
tidurlah di permadani peraduan ku yang syahdu"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
senyumlah kepada malam
saat hening mu kelam
karena aku masih disini, sendiri
mematung dalam sunyi
dan rembulan berkata kepada kita ;
"kemarilah wahai insan yang merindu,
tidurlah di permadani peraduan ku yang syahdu"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
Kamis, 17 November 2011
MENUJU TAKDIR
.
ini saat nya menyingkir
aku menuju takdir
sembunyi, dalam paras Mu di hilir
dengan sisa senyum masih terukir
ini waktu kembali merepih
aku menuju sepi
rebah, dalam hening Mu yang suci
dengan hati masih meredam api
kutinggalkan tanganku untuk kau tulis luka
kutitipkan senyumku untuk kau lukis cinta
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
ini saat nya menyingkir
aku menuju takdir
sembunyi, dalam paras Mu di hilir
dengan sisa senyum masih terukir
ini waktu kembali merepih
aku menuju sepi
rebah, dalam hening Mu yang suci
dengan hati masih meredam api
kutinggalkan tanganku untuk kau tulis luka
kutitipkan senyumku untuk kau lukis cinta
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
SETELAH PERTENGKARAN
.
kita telah bicara semalam
dari hati ke hati
berlama-lama
duduk bersama di teras halaman
dari tanya ke tanya
bermanja-manja
lama-lama kita berdebat
tentang takdir yang terlambat
dan kau pun kembali menangis
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
kita telah bicara semalam
dari hati ke hati
berlama-lama
duduk bersama di teras halaman
dari tanya ke tanya
bermanja-manja
lama-lama kita berdebat
tentang takdir yang terlambat
dan kau pun kembali menangis
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
DALAM KESUNYIAN
.
kidung-kidung itu telah berlalu
membawa biola nya syahdu
setelah alunan nya menyergap kesunyian
dengan gemulai tarian merayu angan
aku masih bertahan
meski sekejap hatiku tertawan
dan kini ;
aku kembali kepada gulita malam
bercumbu dengan kesunyian
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
kidung-kidung itu telah berlalu
membawa biola nya syahdu
setelah alunan nya menyergap kesunyian
dengan gemulai tarian merayu angan
aku masih bertahan
meski sekejap hatiku tertawan
dan kini ;
aku kembali kepada gulita malam
bercumbu dengan kesunyian
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
KICAU SESAL
.
pagi ini ;
sang mentari kembali bertandang
bisikan kicau sesal berdendang
lirih, dengan nada-nada sumbang
acuhkan rasa yang mulai terkembang
pagi ini ;
aku kembali terdiam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
pagi ini ;
sang mentari kembali bertandang
bisikan kicau sesal berdendang
lirih, dengan nada-nada sumbang
acuhkan rasa yang mulai terkembang
pagi ini ;
aku kembali terdiam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
NAFAS MU
.
tadi kudengar suara berbisik
bukan di telinga
tapi ;
di jantungku yang terpana
karena lirih mu ;
menggelegar bak halilintar
memekakan
kesunyian ku yang teguh
menulikan
mata hatiku yang rapuh
kamu ;
dalam nafas kepasrahan
mengoyak hati yang bertahan
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
tadi kudengar suara berbisik
bukan di telinga
tapi ;
di jantungku yang terpana
karena lirih mu ;
menggelegar bak halilintar
memekakan
kesunyian ku yang teguh
menulikan
mata hatiku yang rapuh
kamu ;
dalam nafas kepasrahan
mengoyak hati yang bertahan
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 230211
.
DUHAI
.
datanglah datang, duhai hati lembut
sambangi aku bersama bintang-bintang redup
hiasi bibirmu dengan kata-kata merajuk
agar kita tertawa dalam rindu merujuk
rasakanlah, rasa meresah
reguklah rindu membuncah
dengan lembut bibirmu yang merekah
dan hangat matamu, mengurai pasrah
##
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
datanglah datang, duhai hati lembut
sambangi aku bersama bintang-bintang redup
hiasi bibirmu dengan kata-kata merajuk
agar kita tertawa dalam rindu merujuk
rasakanlah, rasa meresah
reguklah rindu membuncah
dengan lembut bibirmu yang merekah
dan hangat matamu, mengurai pasrah
##
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
SENJA BERANJAK PERGI
.
senja perlahan beringsut menghilang
malas, selimuti rona pelangi yang terhalang
oleh rintik hujan,
dan awan putih yang melenggang
kembali mentari tertidur,
dalam kediaman nya yang tenang
senja telah beranjak pergi
tibalah saat malam untuk berbagi
dari jiwa yang kering,
dan letih hati
kembali, ia terbenam sepi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
senja perlahan beringsut menghilang
malas, selimuti rona pelangi yang terhalang
oleh rintik hujan,
dan awan putih yang melenggang
kembali mentari tertidur,
dalam kediaman nya yang tenang
senja telah beranjak pergi
tibalah saat malam untuk berbagi
dari jiwa yang kering,
dan letih hati
kembali, ia terbenam sepi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
JEJAK MU
.
hari ini
tak kulihat jejak mu
kamu
yang masih bersembunyi
dibalik keping-keping hati
tenang-tenanglah kau disana
bersama bening matahari
aku
mencumbui bayang mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
hari ini
tak kulihat jejak mu
kamu
yang masih bersembunyi
dibalik keping-keping hati
tenang-tenanglah kau disana
bersama bening matahari
aku
mencumbui bayang mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
Rabu, 16 November 2011
TERKOYAK
.
kau buat warna mentari pucat
langit pun hitam berkarat
jingga pelangi enggan menyeruak
diantara jiwa-jiwa yang terkoyak
reduplah jika kau ingin tenggelam
bawa serta rasa mu yang terdalam
usah kau bawa aku dalam kehampaan
sebab, aku masih menanti ;
sinar mentari yang menawan
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
kau buat warna mentari pucat
langit pun hitam berkarat
jingga pelangi enggan menyeruak
diantara jiwa-jiwa yang terkoyak
reduplah jika kau ingin tenggelam
bawa serta rasa mu yang terdalam
usah kau bawa aku dalam kehampaan
sebab, aku masih menanti ;
sinar mentari yang menawan
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
DUHAI AIR MATA
.
air mata terus mengalir
tak henti ; tak berkesudahan
di pucuk bibir, aku terdiam
linang mu masih menetes
meratap ; tak manyayat
di selip senyum, aku menggeram
duhai air mata berlinang
jangan biarkan aku menangis
dalam diam menggeram
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
air mata terus mengalir
tak henti ; tak berkesudahan
di pucuk bibir, aku terdiam
linang mu masih menetes
meratap ; tak manyayat
di selip senyum, aku menggeram
duhai air mata berlinang
jangan biarkan aku menangis
dalam diam menggeram
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 100311
.
Selasa, 15 November 2011
Luka Itu Belumlah Mengering /38/
.
.
luka itu belumlah mengering
kembali kau jatuh dan terbanting
membekap noda tak tersaring
pada sesal yang berteriak nyaring
kini kau tertatih-tatih
memikul beban yang perih
menangisi dosa yang memutih
ratapi takdir yang merintih
berikan pada ku sesal mu
agar kasih ku tak punya malu
buang dosa mu kedalam hatiku
agar tulus ku mendahului waktu mu
#salam imaji#
Ka Tyo to Riskha Dewi
Jakarta 101210
.
.
luka itu belumlah mengering
kembali kau jatuh dan terbanting
membekap noda tak tersaring
pada sesal yang berteriak nyaring
kini kau tertatih-tatih
memikul beban yang perih
menangisi dosa yang memutih
ratapi takdir yang merintih
berikan pada ku sesal mu
agar kasih ku tak punya malu
buang dosa mu kedalam hatiku
agar tulus ku mendahului waktu mu
#salam imaji#
Ka Tyo to Riskha Dewi
Jakarta 101210
.
Ku Ingin Cinta /37/
.
kunyanyikan kidung cinta kepada matahari
adakah hatimu terik ?
adakah rindu mu menyengat ?
adakah dia terlena oleh suara jiwa ?
kuteriakan kejujuran kepada lembayung senja
apakah rasa mu tenggelam ?
apakah cinta mu tak mendengar ?
apakah dia tuli oleh keikhlasan nya ?
kubisikan rindu kepada rembulan
ku ingin hangat nya
ku ingin cahaya nya
ku ingin tulus cinta nya
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 101210
.
kunyanyikan kidung cinta kepada matahari
adakah hatimu terik ?
adakah rindu mu menyengat ?
adakah dia terlena oleh suara jiwa ?
kuteriakan kejujuran kepada lembayung senja
apakah rasa mu tenggelam ?
apakah cinta mu tak mendengar ?
apakah dia tuli oleh keikhlasan nya ?
kubisikan rindu kepada rembulan
ku ingin hangat nya
ku ingin cahaya nya
ku ingin tulus cinta nya
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 101210
.
Mengulum Sabar /36/
.
terdiam menatap langit
terpendar buram warna pelangi
di angkuh mu yang terus menjerit
pesona mu hilang terbekap sepi
engkau tertawa tak berujar
aku berbisik tak terdengar
engkau tersenyum elok menawan
aku terdiam mengulum kesabaran
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 101210
.
terdiam menatap langit
terpendar buram warna pelangi
di angkuh mu yang terus menjerit
pesona mu hilang terbekap sepi
engkau tertawa tak berujar
aku berbisik tak terdengar
engkau tersenyum elok menawan
aku terdiam mengulum kesabaran
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 101210
.
Mata Kejora /35/
.
mata kejora itu kembali menatap lembut
nanar marintih perih rasa berbalut
hujam ke jiwa, hati terpaut
di relung nurani, kasih pun menggelayut
tetaplah kerling mu berbinar
biar kunikmati kelopak mu yang bersinar
dan kukecup indah mata yang terpendar
meski bukan tulus yang berujar
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
mata kejora itu kembali menatap lembut
nanar marintih perih rasa berbalut
hujam ke jiwa, hati terpaut
di relung nurani, kasih pun menggelayut
tetaplah kerling mu berbinar
biar kunikmati kelopak mu yang bersinar
dan kukecup indah mata yang terpendar
meski bukan tulus yang berujar
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
Biarkan Aku Menghilang /34/
.
kau bisikan rindu duka menyayat
merdu terdengar hati terjerat
lidah terkulum manis memikat
gaung mu hanya goda sekelebat
lantunkan saja gemulai mu kepada angin semriwing
usah kau harap lahar menjadi dingin
atau nyanyikan lagu cinta hingga kau yakin
telingaku tuli, meski suara mu nyaring
usah kau pinta aku mendengar
jerit dusta mu yang terumbar
biarkan aku hilang tanpa kabar
meski kau mati dan terkapar
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
kau bisikan rindu duka menyayat
merdu terdengar hati terjerat
lidah terkulum manis memikat
gaung mu hanya goda sekelebat
lantunkan saja gemulai mu kepada angin semriwing
usah kau harap lahar menjadi dingin
atau nyanyikan lagu cinta hingga kau yakin
telingaku tuli, meski suara mu nyaring
usah kau pinta aku mendengar
jerit dusta mu yang terumbar
biarkan aku hilang tanpa kabar
meski kau mati dan terkapar
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
Kepada Geliat Mata Kejora /33/
.
resah mencengkeram jiwa terdampar
iringi awan putih yang terhampar
jatuh ke bumi dan terkapar
pada senyum manja yang terlempar
kutepiskan terik mentari yang menyengat
abaikan pelangi senja yang menampakan semburat
demi kau ;
duhai mata kejora yang menggeliat
aku ikhlaskan do'a penghibur semangat
mungkin waktu tak berpihak
sang takdir pun enggan berkehendak
pada tulus ku yang tercampak
dan cinta ku yang terkoyak
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
resah mencengkeram jiwa terdampar
iringi awan putih yang terhampar
jatuh ke bumi dan terkapar
pada senyum manja yang terlempar
kutepiskan terik mentari yang menyengat
abaikan pelangi senja yang menampakan semburat
demi kau ;
duhai mata kejora yang menggeliat
aku ikhlaskan do'a penghibur semangat
mungkin waktu tak berpihak
sang takdir pun enggan berkehendak
pada tulus ku yang tercampak
dan cinta ku yang terkoyak
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
Seutas Cinta /32/
.
hembusan angin lembut mendayu
menerpa lirih wajah kemayu
ingkari hati yang kini layu
tersemai bunga cinta merayu
menggigil angin masuk ke raga
benamkan angkuh rasa melena
hati pun terbang ingin menjamah
seutas cinta rindu mendesah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
hembusan angin lembut mendayu
menerpa lirih wajah kemayu
ingkari hati yang kini layu
tersemai bunga cinta merayu
menggigil angin masuk ke raga
benamkan angkuh rasa melena
hati pun terbang ingin menjamah
seutas cinta rindu mendesah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
Terbiar Hambar /31/
.
terbiar pasrah, luka mendera
saat kujemput senyum penuh lara
sembunyikan perih, terbungkus dawai-dawai asmara
kidung cinta pun hambar tanpa gelora
abaikan bintang yang berkedip manja
acuhkan mentari, semi kan seroja
tarian jalang mu pun liar meraja
dan simfoni rindu hanya bualan semata
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
terbiar pasrah, luka mendera
saat kujemput senyum penuh lara
sembunyikan perih, terbungkus dawai-dawai asmara
kidung cinta pun hambar tanpa gelora
abaikan bintang yang berkedip manja
acuhkan mentari, semi kan seroja
tarian jalang mu pun liar meraja
dan simfoni rindu hanya bualan semata
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 051210
.
Dimana Kau Wahai Hati ? /30/
.
sejuk embun basahi pagi
hangat mentari lembutkan hati
mencuri takdir yang bersembunyi
pada waktu tak bertepi
dimana engkau wahai hati ?
letihkah diri mu terus berlari ?
singgahlah sejenak untuk menemani
meski hanya senyum yang kau beri
##
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
sejuk embun basahi pagi
hangat mentari lembutkan hati
mencuri takdir yang bersembunyi
pada waktu tak bertepi
dimana engkau wahai hati ?
letihkah diri mu terus berlari ?
singgahlah sejenak untuk menemani
meski hanya senyum yang kau beri
##
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
Teduhlah Mentari /29/
.
terik mentari suburkan penat
bersemai letih perih menyengat
taburi mimpi nafsu menjerat
mekarlah jenuh asa tersemat
teduhlah teduh, duhai mentari
ratapi buai hati menari
tangisi hasrat jiwa menari
agar bisa kusong-song indah nya hari
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
terik mentari suburkan penat
bersemai letih perih menyengat
taburi mimpi nafsu menjerat
mekarlah jenuh asa tersemat
teduhlah teduh, duhai mentari
ratapi buai hati menari
tangisi hasrat jiwa menari
agar bisa kusong-song indah nya hari
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
Lepas, Ikatlah /28/
.
lepaslah, apa yang seharusnya menghilang
ikatlah, apa yang seharusnya menguat
di benak ini
kupudarkan bayangan
di hati ini
kucerahkan harapan
di hamparan langit, aku berlari
di belantara malam, aku terdiam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
lepaslah, apa yang seharusnya menghilang
ikatlah, apa yang seharusnya menguat
di benak ini
kupudarkan bayangan
di hati ini
kucerahkan harapan
di hamparan langit, aku berlari
di belantara malam, aku terdiam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
Senin, 14 November 2011
Masih Terdiam /27/
.
terdiam menatap langit
semakin jelas warna buram terpendar
diantara laku yang mengikis,
dan rindu yang menggigit
angkuh mu telah memudar
engkau tertawa
meski tak berujar
aku terdiam
pada kesabaran yang tenang
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
terdiam menatap langit
semakin jelas warna buram terpendar
diantara laku yang mengikis,
dan rindu yang menggigit
angkuh mu telah memudar
engkau tertawa
meski tak berujar
aku terdiam
pada kesabaran yang tenang
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
Hanya Tengadah Dan Hujan /26/
.
langit hitam seram
seperti hendak menerkam
merobek jiwa lemah ku
mengoyak hati yang membatu
pada sang maut yang setia menunggu
pada nafsu yang selalu memburu
hanya tengadah, kukenyangkan lapar ku
hanya hujan, kureguk dahaga ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
langit hitam seram
seperti hendak menerkam
merobek jiwa lemah ku
mengoyak hati yang membatu
pada sang maut yang setia menunggu
pada nafsu yang selalu memburu
hanya tengadah, kukenyangkan lapar ku
hanya hujan, kureguk dahaga ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 011210
.
Dalam Rintik Hujan Mu /25/
.
kutengadahkan tangan dalam rintik hujan Mu
basuhi jiwaku yang lelah
sinari hatiku yang gelisah
agar rindu ku tak lagi mendesah
agar cinta ku kian pasrah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
kutengadahkan tangan dalam rintik hujan Mu
basuhi jiwaku yang lelah
sinari hatiku yang gelisah
agar rindu ku tak lagi mendesah
agar cinta ku kian pasrah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Duhai Jiwa Yang Terluka /24/
.
duhai jiwa yang terluka
tersenyumlah untuk bintang-bintang
beryanyilah kepada sang rembulan
rasakan rindu ku yang berkelip manja
sentuhlah cinta ku yang hangat menggoda
agar senyum ceria bisa kau jelang
bersama, kita lantunkan kidung-kidung asmara
#salam imaju#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
duhai jiwa yang terluka
tersenyumlah untuk bintang-bintang
beryanyilah kepada sang rembulan
rasakan rindu ku yang berkelip manja
sentuhlah cinta ku yang hangat menggoda
agar senyum ceria bisa kau jelang
bersama, kita lantunkan kidung-kidung asmara
#salam imaju#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Aku Bukanlah Mau Ku /23/
.
aku adalah aku
bukan mau ku
bukan pula ego ku
meski asa berdetak di jantungku
biarkan aku menjadi api atas kesedihan mu
biarkan aku menjadi air atas amarah mu
karena aku tak bisa melawan takdir ku
meski cinta mengalir di darahku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
aku adalah aku
bukan mau ku
bukan pula ego ku
meski asa berdetak di jantungku
biarkan aku menjadi api atas kesedihan mu
biarkan aku menjadi air atas amarah mu
karena aku tak bisa melawan takdir ku
meski cinta mengalir di darahku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Jangan Palingkan Wajahmu /22/
.
lepaskan belenggu nestapa
dengan senyum manis menawan
dan biarkan terbang bebas,
dalam kesunyian yang lena
agar wajahmu tenang metap kelukaan
jangan kau palingkan wajahmu
ke arah matahari yang tersipu
karena hatiku yang rapuh,
tengah mengarungi gairah asmara rindu
di pantai cinta mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
lepaskan belenggu nestapa
dengan senyum manis menawan
dan biarkan terbang bebas,
dalam kesunyian yang lena
agar wajahmu tenang metap kelukaan
jangan kau palingkan wajahmu
ke arah matahari yang tersipu
karena hatiku yang rapuh,
tengah mengarungi gairah asmara rindu
di pantai cinta mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Sepenggal Cerita /21/
.
seribu luka yang menghujam tubuh
tak akan sanggup merobek keakuan ku
segala perih dari mu, yang siap membunuh
tak bisa mengubur kesunyian ku
luka bukanlah cinta
sunyi janganlah kau goda
inilah aku yang teraniaya
sebab perih adalah sepenggal cerita
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
seribu luka yang menghujam tubuh
tak akan sanggup merobek keakuan ku
segala perih dari mu, yang siap membunuh
tak bisa mengubur kesunyian ku
luka bukanlah cinta
sunyi janganlah kau goda
inilah aku yang teraniaya
sebab perih adalah sepenggal cerita
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Label:
KUMPULAN PUISI ALIT
Pondok Labu
Pinang, Tangerang, Indonesia
Minggu, 13 November 2011
Rindu Tak Terjamah /20/
.
.
membias penat, pada segumpal resah
meregang letih rindu tak terjamah
dalam gejolak rasa membuncah
cinta lenyap tergolek pasrah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
.
membias penat, pada segumpal resah
meregang letih rindu tak terjamah
dalam gejolak rasa membuncah
cinta lenyap tergolek pasrah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Sang Merak /19/
.
kepak-kepak sayap mu tak lagi berwarna
suram dalam kediaman yang teguh
buram dalam kesunyian yang hampa
mungkin kau masih menghitamkan luka di tubuh
tak ada lagi pendar-pendar keindahan yang mampu kukecap
yang dulu kerap membuat bibirku luruh
sebab, sang merak kini tengah terlelap
dalam pesona nya yang angkuh
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
kepak-kepak sayap mu tak lagi berwarna
suram dalam kediaman yang teguh
buram dalam kesunyian yang hampa
mungkin kau masih menghitamkan luka di tubuh
tak ada lagi pendar-pendar keindahan yang mampu kukecap
yang dulu kerap membuat bibirku luruh
sebab, sang merak kini tengah terlelap
dalam pesona nya yang angkuh
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Sabtu, 12 November 2011
Bayang-bayang /18/
.
aku hanyalah bayang-bayang
aku hanyalah yang terbuang
yang mudah kau lupakan
dan mudah kau hempaskan
aku sadar, aku bukan apa-apa
aku juga tak sempurna
tapi kau telah tertanam di hatiku
melekat di jiwaku
tak akan hilang dari kalbuku
karena ku selalu mencintai mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
aku hanyalah bayang-bayang
aku hanyalah yang terbuang
yang mudah kau lupakan
dan mudah kau hempaskan
aku sadar, aku bukan apa-apa
aku juga tak sempurna
tapi kau telah tertanam di hatiku
melekat di jiwaku
tak akan hilang dari kalbuku
karena ku selalu mencintai mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Kepada Rembulan /17/
.
setitik cahaya membias manja
pada temaram malam yang tenang
aku bertanya kepada rembulan
dimanakah senyum mu ?
kemanakah hangat mu ?
kenapa dengan diri mu ?
apakah kau merindukan ku ?
bisikanlah kepada ku
tentang indah nya matamu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 191110
.
setitik cahaya membias manja
pada temaram malam yang tenang
aku bertanya kepada rembulan
dimanakah senyum mu ?
kemanakah hangat mu ?
kenapa dengan diri mu ?
apakah kau merindukan ku ?
bisikanlah kepada ku
tentang indah nya matamu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 191110
.
Rasa Itu Masih Ada /16/
.
rasa itu masih ada
tak pernah sirna
andai saja kau mampu memaknai
tak ada yang pergi
tak ada yang tersakiti
usah kau menangis lagi
karena aku masih disini
tak bisa berlari
aku ada untuk mu
menjaga, dan melindungi mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 191110
.
rasa itu masih ada
tak pernah sirna
andai saja kau mampu memaknai
tak ada yang pergi
tak ada yang tersakiti
usah kau menangis lagi
karena aku masih disini
tak bisa berlari
aku ada untuk mu
menjaga, dan melindungi mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 191110
.
Masih Menanti /15/
.
senja telah menghilang
malam pun datang menjelang
wajahmu tetap bersinar di hati
meski gelap jiwa, menanti sang mentari
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
senja telah menghilang
malam pun datang menjelang
wajahmu tetap bersinar di hati
meski gelap jiwa, menanti sang mentari
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Mencari Hakikat /14/
.
mencari hakikat di belantara akal
tak kutemui jiwa yang tegar
hilang dalam kegetiran
musnah dalam kesenangan
yang tertinggal hanya seonggok pasrah
terlepas dari rasa malu
pada kebesaran hati
dan kebanggaan akan dosa-dosa
lalu terdiam
hening, sunyi
meratapi ketakutan
lalu, bersembunyi dalam takdir Illahi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
mencari hakikat di belantara akal
tak kutemui jiwa yang tegar
hilang dalam kegetiran
musnah dalam kesenangan
yang tertinggal hanya seonggok pasrah
terlepas dari rasa malu
pada kebesaran hati
dan kebanggaan akan dosa-dosa
lalu terdiam
hening, sunyi
meratapi ketakutan
lalu, bersembunyi dalam takdir Illahi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Aku Malu /13/
.
tak lagi ada harap dan pinta
karena aku malu
malu pada nikmat Mu
malu pada kasih Mu
hanya sombong yang menjelma
hanya bodoh yang tercipta
air mata takut pun tak mampu menghapus
ketika malu, terlupa pada dosa-dosa yang memberangus
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
tak lagi ada harap dan pinta
karena aku malu
malu pada nikmat Mu
malu pada kasih Mu
hanya sombong yang menjelma
hanya bodoh yang tercipta
air mata takut pun tak mampu menghapus
ketika malu, terlupa pada dosa-dosa yang memberangus
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Dalam Hening Ku /12/
.
setitik asa berpalung gundah
pada waktu tak bertepi
kusandarkan beban di kelam malam yang terluah
akankah sepercik cahaya singgah di hati ?
kurengkuh setitik cahaya Mu dalam hening ku
tetaplah bersinar pada khusyu ku
agar samar dunia tak mampu merayu ku
walau tangis ku luruh dalam dalam harap ku
akan semua belas kasih Mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
setitik asa berpalung gundah
pada waktu tak bertepi
kusandarkan beban di kelam malam yang terluah
akankah sepercik cahaya singgah di hati ?
kurengkuh setitik cahaya Mu dalam hening ku
tetaplah bersinar pada khusyu ku
agar samar dunia tak mampu merayu ku
walau tangis ku luruh dalam dalam harap ku
akan semua belas kasih Mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
Sabar /11/
.
penat ku menghitam
jenuh ku menggeram
teriak ku meredam
amarah ku terbenam
tinggal lah bisik yang kian meringkik
pada kesabaran yang tercekik
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
penat ku menghitam
jenuh ku menggeram
teriak ku meredam
amarah ku terbenam
tinggal lah bisik yang kian meringkik
pada kesabaran yang tercekik
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 171110
.
R O M A N S A /2/
.
CINTA YANG MERAJUK
.
rasa angkuh tak lagi bisa mengendap
kerinduan, tak akan pernah menguap
senyum mu, kerling mu, dan segala pesona keindahan mu
telah menjelma alunan melodi cinta yang syahdu
kebekuan ku kini mencair
kebimbangan pun telah sampai pada titik nadir
duhai hati yang lelah mencari makna ;
bahagiakah kau merajut serpihan hati bersama nya ?
duhai bintang kejora yang menggelayut manja ;
diantara langit-langit malam yang membaca risalah
kedipan sinar mu telah menghangatkan jiwaku yang resah
akan gelora rasa yang kembali membara
duhai angin malam yang bertiup lembut ;
diantara sepi dan dingin yang semakin larut
hembusan nafas mu telah menghanyutkan kepedihan hati yang mabuk
oleh cinta yang datang merajuk
duhai rembulan yang tenang dalam peraduan malam ;
di cakrawala dunia, kau setia menghangati insan bumi yang muram
dan cahaya hatimu telah menghempaskan segala kebimbangan
akan cinta yang terkapar pasrah dalam buai impian
duhai mentari yang setia menjaga bumi
terik mu telah mengeringkan galau di penat asa
tunggu lah aku disana !
diantara tepian hati, dan janji-janji
aku datang membawa setangkup harapan
bersama bintang kejora, angin malam, dan rembulan ;
yang akan menjadi saksi
ketulusan cinta, terpatri di hati
hanya untuk engkau ;
pujaan hati yang kemayu
akan kutunggu saat-saat itu
saat hati berkalang rindu,
saat jiwa resah bergelut dengan waktu
hingga cinta kembali bertemu
andai bumi ini runtuh di matamu ;
dan semua mahluk pergi berlalu dari senyum mu ;
aku akan tetap disini
terbaring bersama mimpi-mimpi
setia menjaga cinta suci ini
menanti, hingga engkau kembali
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050210
.
CINTA YANG MERAJUK
.
rasa angkuh tak lagi bisa mengendap
kerinduan, tak akan pernah menguap
senyum mu, kerling mu, dan segala pesona keindahan mu
telah menjelma alunan melodi cinta yang syahdu
kebekuan ku kini mencair
kebimbangan pun telah sampai pada titik nadir
duhai hati yang lelah mencari makna ;
bahagiakah kau merajut serpihan hati bersama nya ?
duhai bintang kejora yang menggelayut manja ;
diantara langit-langit malam yang membaca risalah
kedipan sinar mu telah menghangatkan jiwaku yang resah
akan gelora rasa yang kembali membara
duhai angin malam yang bertiup lembut ;
diantara sepi dan dingin yang semakin larut
hembusan nafas mu telah menghanyutkan kepedihan hati yang mabuk
oleh cinta yang datang merajuk
duhai rembulan yang tenang dalam peraduan malam ;
di cakrawala dunia, kau setia menghangati insan bumi yang muram
dan cahaya hatimu telah menghempaskan segala kebimbangan
akan cinta yang terkapar pasrah dalam buai impian
duhai mentari yang setia menjaga bumi
terik mu telah mengeringkan galau di penat asa
tunggu lah aku disana !
diantara tepian hati, dan janji-janji
aku datang membawa setangkup harapan
bersama bintang kejora, angin malam, dan rembulan ;
yang akan menjadi saksi
ketulusan cinta, terpatri di hati
hanya untuk engkau ;
pujaan hati yang kemayu
akan kutunggu saat-saat itu
saat hati berkalang rindu,
saat jiwa resah bergelut dengan waktu
hingga cinta kembali bertemu
andai bumi ini runtuh di matamu ;
dan semua mahluk pergi berlalu dari senyum mu ;
aku akan tetap disini
terbaring bersama mimpi-mimpi
setia menjaga cinta suci ini
menanti, hingga engkau kembali
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050210
.
Jumat, 11 November 2011
R O M A N S A /1/
.
SAYAP-SAYAP CINTA
.
kuraih puing-puing sampan cinta yang resah
kurakit bersama tiang-tiang rindu yang pasrah
kudayung menelusuri samudera hatimu
arungi riak gelombang, dan hembusan angin beku
berharap temukan tempat berlabuh
dimana sisi hati akan menuangkan segala keluh
dan menambatkan nya, untuk satu yang di damba
yang kudekap dalam sayap-sayap cinta
lembayung senja turun iringi sepi
menuntun ku menuju temaram nya yang buram
masuki ruang rindu yang muram
dan berjalan ke arah yang tak pasti
jingga malam perlahan hadir memukau
membawa bintang kejora di matamu
seakan seluruh insan luruh dalam kemilau nya
hingga terang lah bumi akan pesona nya
biarkan aku dalam kilau di matamu
biarkan aku aku takjub pada keindahan wajahmu
biarkan aku mengecap senyum di bibirmu
dan biarkan aku memeluk cahaya cinta mu
kala malam kembali terjelang
angan ku tak jua henti melayang
mengembara semakin jauh
berselimut hati nan jenuh
dalam pekat nya malam
cinta ku bersinar kelam
jika aku bisa menjadi bagian dari diri mu
aku mau menjadi air matamu
tersimpan rapat-rapat di hatimu
menetes dari kelopak matamu
mengalir hangat di kulitmu
tertahan di hidungmu
hidup di lembut pipimu
mati di manis bibirmu
cinta adalah sekuntum bunga yang mekar di taman hati
indah menawan, penuh dengan aroma mewangi
lembutkan naluri pengertian
ungkapkan segala kebaikan
curahkan berjuta kejujuran
taburkan senyum kesetiaan
bjak dalam sikap dan tindakan
terang dalam pendar-pendar kehidupan
datang lah sejenak duhai cahaya bintang ku ;
cari dan temukanlah makna arti diri ku
di sepi angan ku
di resah rindu ku
dalam setiap mimpi-mimpi indah mu
mengembaralah kau bersama hembusan angin malam
bawa serta nafas kerinduan mu yang muram
kedalam dekap hangat sang rembulan kelam
agar rasa yang bergolak di jantungmu, tak lagi menghitam
jemputlah bintang-bintang ke haribaan
untuk menemani setiap perjalanan
hingga nanti temukan harapan
pada cinta yang kau dambakan
gantunglah rindu mu di atas awan-awan putih
rebahkan resah mu yang lirih
biarkan ia tersapu angin pagi
hingga sampai kepada sang mentari
tinggal lah disana sejenak, duhai hati yang merintih ;
aku akan datang bersama bintang-bintang, dan sepenggal hati putih
untuk menjemput mu kembali
mengarungi samudera cinta yang hampir mati
cepat-cepatlah kemari, duhai permata ku
song-songlah aku dalam peluk rindu mu
rasakanlah, betapa bergelora nya hatiku
menanti mu hingga ujung waktu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050210
.
SAYAP-SAYAP CINTA
.
kuraih puing-puing sampan cinta yang resah
kurakit bersama tiang-tiang rindu yang pasrah
kudayung menelusuri samudera hatimu
arungi riak gelombang, dan hembusan angin beku
berharap temukan tempat berlabuh
dimana sisi hati akan menuangkan segala keluh
dan menambatkan nya, untuk satu yang di damba
yang kudekap dalam sayap-sayap cinta
lembayung senja turun iringi sepi
menuntun ku menuju temaram nya yang buram
masuki ruang rindu yang muram
dan berjalan ke arah yang tak pasti
jingga malam perlahan hadir memukau
membawa bintang kejora di matamu
seakan seluruh insan luruh dalam kemilau nya
hingga terang lah bumi akan pesona nya
biarkan aku dalam kilau di matamu
biarkan aku aku takjub pada keindahan wajahmu
biarkan aku mengecap senyum di bibirmu
dan biarkan aku memeluk cahaya cinta mu
kala malam kembali terjelang
angan ku tak jua henti melayang
mengembara semakin jauh
berselimut hati nan jenuh
dalam pekat nya malam
cinta ku bersinar kelam
jika aku bisa menjadi bagian dari diri mu
aku mau menjadi air matamu
tersimpan rapat-rapat di hatimu
menetes dari kelopak matamu
mengalir hangat di kulitmu
tertahan di hidungmu
hidup di lembut pipimu
mati di manis bibirmu
cinta adalah sekuntum bunga yang mekar di taman hati
indah menawan, penuh dengan aroma mewangi
lembutkan naluri pengertian
ungkapkan segala kebaikan
curahkan berjuta kejujuran
taburkan senyum kesetiaan
bjak dalam sikap dan tindakan
terang dalam pendar-pendar kehidupan
datang lah sejenak duhai cahaya bintang ku ;
cari dan temukanlah makna arti diri ku
di sepi angan ku
di resah rindu ku
dalam setiap mimpi-mimpi indah mu
mengembaralah kau bersama hembusan angin malam
bawa serta nafas kerinduan mu yang muram
kedalam dekap hangat sang rembulan kelam
agar rasa yang bergolak di jantungmu, tak lagi menghitam
jemputlah bintang-bintang ke haribaan
untuk menemani setiap perjalanan
hingga nanti temukan harapan
pada cinta yang kau dambakan
gantunglah rindu mu di atas awan-awan putih
rebahkan resah mu yang lirih
biarkan ia tersapu angin pagi
hingga sampai kepada sang mentari
tinggal lah disana sejenak, duhai hati yang merintih ;
aku akan datang bersama bintang-bintang, dan sepenggal hati putih
untuk menjemput mu kembali
mengarungi samudera cinta yang hampir mati
cepat-cepatlah kemari, duhai permata ku
song-songlah aku dalam peluk rindu mu
rasakanlah, betapa bergelora nya hatiku
menanti mu hingga ujung waktu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 050210
.
K A N G E N /3/
.
RINDU YANG TELAH MATI
.
tertatih-tatih aku mencoba abaikan rasa
terseok-seok bertahan dalam kebekuan hati
namun runtuhlah sudah benteng keangkuhan diri
ketika kau datang dengan senyum manis manggoda
kau hampiri aku dengan segala keluh kesah
kau rayu aku dengan tangis kepedihan
dan aku tak tahu ;
apakah rindu yang tengah memeluk tubuh resah ?
ataukah cinta yang tengah menghapus air mata kesedihan ?
kau lah kekasih masa lalu
kau lah luka bagi cinta ku
kini kau kembali
membawa sesak luka hati
berharap aku menampung semua air mata
menjadi telaga tanpa warna
kepada ku kau ingin berbagi
kepada ku mencari kepekaan hati
berharap aku bisa memberi
sisa-sisa rasa dari serpihan cinta yang telah mati
apa yang terjadi dengan diri ku ?
mengapa aku tak kuasa menghapus bayang-bayang mu ?
mengapa aku tak bisa mengenyahkan senyum yang merajuk ?
mengapa aku tak mampu mengentalkan keakuan ?
mengapa aku yang harus terpuruk ?
apakah aku memang merindukan secercah harapan ?
kau selalu saja begitu
memburu ku tanpa kenal waktu
abaikan benci di buliran air mata
lupakan luka, di sisa-sisa cinta yang teraniaya
jengah, aku menampik
resah, kian mencekik
kasih, masih merintik
lirih, iba meringkik
kau lah kekasih penebar duri
kau lah ratu manja para lelaki
hentikan sejenak langkah mu itu
usah kau renggut lagi kasih sayang ku
pergi lah
lenyap lah
menjauh lah dari ketenangan hati
tinggalkan aku disini
sendiri
sepi, dan mati
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 040210
.
RINDU YANG TELAH MATI
.
tertatih-tatih aku mencoba abaikan rasa
terseok-seok bertahan dalam kebekuan hati
namun runtuhlah sudah benteng keangkuhan diri
ketika kau datang dengan senyum manis manggoda
kau hampiri aku dengan segala keluh kesah
kau rayu aku dengan tangis kepedihan
dan aku tak tahu ;
apakah rindu yang tengah memeluk tubuh resah ?
ataukah cinta yang tengah menghapus air mata kesedihan ?
kau lah kekasih masa lalu
kau lah luka bagi cinta ku
kini kau kembali
membawa sesak luka hati
berharap aku menampung semua air mata
menjadi telaga tanpa warna
kepada ku kau ingin berbagi
kepada ku mencari kepekaan hati
berharap aku bisa memberi
sisa-sisa rasa dari serpihan cinta yang telah mati
apa yang terjadi dengan diri ku ?
mengapa aku tak kuasa menghapus bayang-bayang mu ?
mengapa aku tak bisa mengenyahkan senyum yang merajuk ?
mengapa aku tak mampu mengentalkan keakuan ?
mengapa aku yang harus terpuruk ?
apakah aku memang merindukan secercah harapan ?
kau selalu saja begitu
memburu ku tanpa kenal waktu
abaikan benci di buliran air mata
lupakan luka, di sisa-sisa cinta yang teraniaya
jengah, aku menampik
resah, kian mencekik
kasih, masih merintik
lirih, iba meringkik
kau lah kekasih penebar duri
kau lah ratu manja para lelaki
hentikan sejenak langkah mu itu
usah kau renggut lagi kasih sayang ku
pergi lah
lenyap lah
menjauh lah dari ketenangan hati
tinggalkan aku disini
sendiri
sepi, dan mati
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 040210
.
CINTA GILA
.
banyak yang bilang, anugerah terindah itu cinta
yang Tuhan berikan kepada manusia
agar dapat merasakan getaran nya
dan kebahagiaan yang terpancar dalam gelora nya
tapi kenapa kebekuan hati mu tak jua resah ?
kau tampik semua keikhlasan yang tersaji
kau acuhkan segala ketulusan yang kuberi
kau lepaskan segenggam cinta yang indah
dimanakah kau sekarang ?
apakah kau berada dalam pelukan cinta ?
ataukah masih terkatung-katung dalam pencarian ?
berharap pada segenggam cinta lain yang kau puja ?
namun tak mampu menemani mu dalam kehampaan
atau mungkin sepi nya malam adalah teman setia mu dalam kesedihan ?
hingga harapan tak lagi akan terjelang
kejar lah apa yang bisa kau rengkuh
bawalah ia kedalam sanubari yang rapuh
rangkul lah ia kedalam cinta yang kau aniaya
dan rasakan kebahagiaan yang terpancar pada setiap gelora asmara
tapi bukan sesaat
untuk selamanya
hingga kematian mendekat
dan kau tak perlu lagi mengubur karma
kau pun tahu
begitu banyak kumbang-kumbang disekeliling mu
mengitari putik bunga dari wajah kemayu mu
dan tak sedikit yang ingin menghisap sari madu dari bibir mu
sebab, kau selalu menjalankan peran sebagai seorang ratu
yang ingin dimanja dan dicumbu
dengan hiasan pesona yang penuh rayu
adakah kumbang yang sanggup menjadi raja di hati mu ?
aku yakin tidak !
sebab cinta bukanlah pesona wajah ayu
ataupun kau tolak,
sesuka kau berkehendak
cinta mu adalah nafas mu
bukan kecantikan mu
cinta mu adalah darah mu
bukan kemarahan mu
cinta mu adalah denyut nadi mu
bukan kesedihan mu
cinta mu adalah detak jantung mu
bukan kebingungan mu
cinta mu adalah hati mu
bukan ke putus asaan mu
cinta mu adalah kehidupan
bukan kehampaan
cinta mu adalah kematian
bukan kesenangan
letih kah kau merayu cinta dikerling mata manja ?
sedangkan hatimu menampiknya dengan segala keraguan
puaskah kau mengembara menjerat cinta di senyum bibir menawan ?
jika hatimu masih mengunci sepi di kebekuan yang kau cipta
kini kau terdampar dalam kebimbangan
terpuruk dalam ke putus asaan
cinta yang kau tebar
semakin terbiar pudar
cinta yang kau rasakan
tak lagi di pedulikan
kegilaan apa lagi yang akan terjadi ?
apakah bagi mu cinta adalah barang mainan yang tak punya arti ?
yang bisa kau lemparkan sesuka hati
dan kau buang tanpa mau peduli
apakah kau menikmatinya ?
ataukah hatimu telah lama mati ?
dari rasa, dari asa
dan dari cinta sejati ?
cinta telah membuat kita menjadi gila
menjungkir balikan akal logika
tak tahu yang benar dimana
dan yang salah dimana
tak mengerti yang mana kesetiaan
dan yang mana penghianatan
sebab, kita adalah budak-budak cinta
yang selalu mabuk nafsu dunia
duhai mentari hatiku !
cinta ku pada mu
adalah cuma setetes dari nikmat Nya yang meluah
yang dikucurkan kepada hamba Nya yang berserah
cinta ku kepada Rabb ku
tak lekang oleh waktu
hingga maut menjemput ku
dan kematian merindukan ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060210
.
banyak yang bilang, anugerah terindah itu cinta
yang Tuhan berikan kepada manusia
agar dapat merasakan getaran nya
dan kebahagiaan yang terpancar dalam gelora nya
tapi kenapa kebekuan hati mu tak jua resah ?
kau tampik semua keikhlasan yang tersaji
kau acuhkan segala ketulusan yang kuberi
kau lepaskan segenggam cinta yang indah
dimanakah kau sekarang ?
apakah kau berada dalam pelukan cinta ?
ataukah masih terkatung-katung dalam pencarian ?
berharap pada segenggam cinta lain yang kau puja ?
namun tak mampu menemani mu dalam kehampaan
atau mungkin sepi nya malam adalah teman setia mu dalam kesedihan ?
hingga harapan tak lagi akan terjelang
kejar lah apa yang bisa kau rengkuh
bawalah ia kedalam sanubari yang rapuh
rangkul lah ia kedalam cinta yang kau aniaya
dan rasakan kebahagiaan yang terpancar pada setiap gelora asmara
tapi bukan sesaat
untuk selamanya
hingga kematian mendekat
dan kau tak perlu lagi mengubur karma
kau pun tahu
begitu banyak kumbang-kumbang disekeliling mu
mengitari putik bunga dari wajah kemayu mu
dan tak sedikit yang ingin menghisap sari madu dari bibir mu
sebab, kau selalu menjalankan peran sebagai seorang ratu
yang ingin dimanja dan dicumbu
dengan hiasan pesona yang penuh rayu
adakah kumbang yang sanggup menjadi raja di hati mu ?
aku yakin tidak !
sebab cinta bukanlah pesona wajah ayu
ataupun kau tolak,
sesuka kau berkehendak
cinta mu adalah nafas mu
bukan kecantikan mu
cinta mu adalah darah mu
bukan kemarahan mu
cinta mu adalah denyut nadi mu
bukan kesedihan mu
cinta mu adalah detak jantung mu
bukan kebingungan mu
cinta mu adalah hati mu
bukan ke putus asaan mu
cinta mu adalah kehidupan
bukan kehampaan
cinta mu adalah kematian
bukan kesenangan
letih kah kau merayu cinta dikerling mata manja ?
sedangkan hatimu menampiknya dengan segala keraguan
puaskah kau mengembara menjerat cinta di senyum bibir menawan ?
jika hatimu masih mengunci sepi di kebekuan yang kau cipta
kini kau terdampar dalam kebimbangan
terpuruk dalam ke putus asaan
cinta yang kau tebar
semakin terbiar pudar
cinta yang kau rasakan
tak lagi di pedulikan
kegilaan apa lagi yang akan terjadi ?
apakah bagi mu cinta adalah barang mainan yang tak punya arti ?
yang bisa kau lemparkan sesuka hati
dan kau buang tanpa mau peduli
apakah kau menikmatinya ?
ataukah hatimu telah lama mati ?
dari rasa, dari asa
dan dari cinta sejati ?
cinta telah membuat kita menjadi gila
menjungkir balikan akal logika
tak tahu yang benar dimana
dan yang salah dimana
tak mengerti yang mana kesetiaan
dan yang mana penghianatan
sebab, kita adalah budak-budak cinta
yang selalu mabuk nafsu dunia
duhai mentari hatiku !
cinta ku pada mu
adalah cuma setetes dari nikmat Nya yang meluah
yang dikucurkan kepada hamba Nya yang berserah
cinta ku kepada Rabb ku
tak lekang oleh waktu
hingga maut menjemput ku
dan kematian merindukan ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060210
.
Kamis, 10 November 2011
IBU....... Aku Ingin Kau Kembali Tersenyum
.
dalam terik mentari
aku berlari merengkuh batas mimpi
mencumbui waktu di ruang-ruang nya yang tak pasti
namun, tetap bertahan pada keyakinan hati
kepenatan telah kubiarkan
keletihan pun terabaikan
rintangan hidup tak mampu menahan
laju langkah ku mencari kebahagiaan
pada mimpi kulesatkan semangat ku
pada asa kuterbangkan keyakinan ku
demi tangis mu ibu ;
kubiarkan hilang segala kesenangan
demi air mata cinta mu ;
kuhamparkan janji-janji kebahagiaan
walau tubuh ini kian renta
ku akan tetap memburu mimpi
walau hati ini terluka
ku akan bertahan memikul janji
walau jiwa ini letih
ku akan terus berjuang mengoyak perih
mencari kelayakan
meraih kebahagiaan
untuk janji yang terucap sarat
untuk amanat yang masih tersemat
dalam gigil malam yang resah
kupeluk kesedihan mu
dalam kesunyian yang pasrah
kuhapus air mata mu
pada rentang tangan yang mengulum do'a-do'a
kucium wangi surga di wajahmu yang kian senja
dengan tubuh ku
dengan luka ku
dengan cinta ku
akan kupersembahkan mimpi-mimpi di bibirmu
agar kau kembali tersenyum untuk ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 190310
.
dalam terik mentari
aku berlari merengkuh batas mimpi
mencumbui waktu di ruang-ruang nya yang tak pasti
namun, tetap bertahan pada keyakinan hati
kepenatan telah kubiarkan
keletihan pun terabaikan
rintangan hidup tak mampu menahan
laju langkah ku mencari kebahagiaan
pada mimpi kulesatkan semangat ku
pada asa kuterbangkan keyakinan ku
demi tangis mu ibu ;
kubiarkan hilang segala kesenangan
demi air mata cinta mu ;
kuhamparkan janji-janji kebahagiaan
walau tubuh ini kian renta
ku akan tetap memburu mimpi
walau hati ini terluka
ku akan bertahan memikul janji
walau jiwa ini letih
ku akan terus berjuang mengoyak perih
mencari kelayakan
meraih kebahagiaan
untuk janji yang terucap sarat
untuk amanat yang masih tersemat
dalam gigil malam yang resah
kupeluk kesedihan mu
dalam kesunyian yang pasrah
kuhapus air mata mu
pada rentang tangan yang mengulum do'a-do'a
kucium wangi surga di wajahmu yang kian senja
dengan tubuh ku
dengan luka ku
dengan cinta ku
akan kupersembahkan mimpi-mimpi di bibirmu
agar kau kembali tersenyum untuk ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 190310
.
K A N G E N /2/
.
DESAH RINDU YANG MERAPUH PADA BAYANG-BAYANG WAJAH YANG RAPUH
.
luruh sudah sang karang diterjang ombak
hancur berkeping-keping tanpa bisa melawan arus nya
semakin tenggelam ke dasar kagalauan yang sesak
sebab, sang ombak datang dengan segala kerinduan nya
semilir angin mendesah lirih
seiring detak jantung yang kian mendetakkan sepi yang rapuh
hembuskan sesak yang merintih
saat hati enggan memikul resah yang kerap berlabuh
batin pun meronta-ronta manja
melepaskan ikatan rasa yang menyiksa kepasrahan
terkung-kung bayang-bayang semu elegi cinta
dalam dekap hangat cahaya rembulan
letih sudah jiwa berlari mencari mimpi
sedangkan kau tidur di kedua pelupuk mataku
semakin kaki ini melangkah pergi
jika setiap perjalanan yang terlewati ;
bayang-bayang mu selalu menghantui hidup ku
apa yang kau harapkan dari ketidakberdayaan ku,
mengubur cerita indah saat bersama mu ?
demi cinta mu ?
atau untuk menutupi kerapuhan mu
duhai malam yang kian senyap oleh kepekatan ;
mengapa kau benamkan hatiku dalam kebimbangan ?
apakah kesunyian mu tak lagi mampu menghapus pesona nya ?
akankah kau biarkan aku terhanyut dalam keindahan rasa yang tercampak oleh nya ?
dimanakah angin mu yang semilir itu ?
yang dulu mampu menerbangkan bayang-bayang wajah nya
dimana bintang-bintang mu yang bercahaya itu ?
yang telah meredupkan hatiku,
akan cinta yang teraniaya
sang bintang pun terjengah muram
menangisi resah yang melinangkan perih di jantung nya
melihat rintih sang dewi malam
saat meneteskan air mata cinta nya
kepada sukma ku yang terlelap ;
dalam buai mimpi-mimpi malam
ia datang mencari asa, diantara rasa yang telah lenyap
agar segala rapuh di matamu ;
membangunkan keping-keping rindu yang buram
haruskah aku kembali menjemputnya ?
memeluk luka di matanya,
dengan kehangatan cinta yang menggelora ?
seperti yang sudah-sudah
sedangkan aku masih berdiri, dalam keraguan yang nyata
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 010210
.
DESAH RINDU YANG MERAPUH PADA BAYANG-BAYANG WAJAH YANG RAPUH
.
luruh sudah sang karang diterjang ombak
hancur berkeping-keping tanpa bisa melawan arus nya
semakin tenggelam ke dasar kagalauan yang sesak
sebab, sang ombak datang dengan segala kerinduan nya
semilir angin mendesah lirih
seiring detak jantung yang kian mendetakkan sepi yang rapuh
hembuskan sesak yang merintih
saat hati enggan memikul resah yang kerap berlabuh
batin pun meronta-ronta manja
melepaskan ikatan rasa yang menyiksa kepasrahan
terkung-kung bayang-bayang semu elegi cinta
dalam dekap hangat cahaya rembulan
letih sudah jiwa berlari mencari mimpi
sedangkan kau tidur di kedua pelupuk mataku
semakin kaki ini melangkah pergi
jika setiap perjalanan yang terlewati ;
bayang-bayang mu selalu menghantui hidup ku
apa yang kau harapkan dari ketidakberdayaan ku,
mengubur cerita indah saat bersama mu ?
demi cinta mu ?
atau untuk menutupi kerapuhan mu
duhai malam yang kian senyap oleh kepekatan ;
mengapa kau benamkan hatiku dalam kebimbangan ?
apakah kesunyian mu tak lagi mampu menghapus pesona nya ?
akankah kau biarkan aku terhanyut dalam keindahan rasa yang tercampak oleh nya ?
dimanakah angin mu yang semilir itu ?
yang dulu mampu menerbangkan bayang-bayang wajah nya
dimana bintang-bintang mu yang bercahaya itu ?
yang telah meredupkan hatiku,
akan cinta yang teraniaya
sang bintang pun terjengah muram
menangisi resah yang melinangkan perih di jantung nya
melihat rintih sang dewi malam
saat meneteskan air mata cinta nya
kepada sukma ku yang terlelap ;
dalam buai mimpi-mimpi malam
ia datang mencari asa, diantara rasa yang telah lenyap
agar segala rapuh di matamu ;
membangunkan keping-keping rindu yang buram
haruskah aku kembali menjemputnya ?
memeluk luka di matanya,
dengan kehangatan cinta yang menggelora ?
seperti yang sudah-sudah
sedangkan aku masih berdiri, dalam keraguan yang nyata
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 010210
.
Rabu, 09 November 2011
K. A N G E N /1/
.
.
JEJAK-JEJAK KENANGAN
.
saat malam semakin larut
rembulan kembali mengerucut
dan bintang-bintang telah meredupkan cahaya nya ;
aku masih terjaga mencelungkan mata
dalam ruang-ruang hampa waktu
yang kerap meluluh lantakan hati yang riuh
mendengungkan kidung sepi yang rapuh
membuat diam ku kelu membeku
oleh resah yang kian tak menentu
senyum itu menari-nari di pikiran
mengajak ku larut dalam keindahan lamunan
seperti alunan lagu dewi perindu
yang terbuai dekapan masa lalu
senyum mu bagaikan lebah madu
berasa manis, namun bisa menyengat
wajahmu bagaikan bunga mawar yang sedang tumbuh
Indah mempesona
namun sanggup menusuk jantung, dengan duri-duri nya yang tajam
matamu bagaikan mentari pagi
teduh dan hangat
namun mampu menghanguskan, dengan cahaya nya yang membakar
resah ku kian tak terkendali
gelisah pun ingin segera berlari
mengejar senyum mu yang telah pergi
meninggalkan jejak rindu di hati
engkau telah berlalu dari hidup ku
sedang aku masih mencumbui bayang-bayang mu
engkau tinggalkan jejek-jejak cinta pilu
aku pun sibuk memunguti sisa-sisa kenangan yang tercecer lusuh dan layu
agar dapat kubingkai kembali menjadi pigura cinta yang baru
untuk sekedar mengingat dan menangisi kerinduan ku
akan segala kenangan indah saat bersama mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 310110
.
.
JEJAK-JEJAK KENANGAN
.
saat malam semakin larut
rembulan kembali mengerucut
dan bintang-bintang telah meredupkan cahaya nya ;
aku masih terjaga mencelungkan mata
dalam ruang-ruang hampa waktu
yang kerap meluluh lantakan hati yang riuh
mendengungkan kidung sepi yang rapuh
membuat diam ku kelu membeku
oleh resah yang kian tak menentu
senyum itu menari-nari di pikiran
mengajak ku larut dalam keindahan lamunan
seperti alunan lagu dewi perindu
yang terbuai dekapan masa lalu
senyum mu bagaikan lebah madu
berasa manis, namun bisa menyengat
wajahmu bagaikan bunga mawar yang sedang tumbuh
Indah mempesona
namun sanggup menusuk jantung, dengan duri-duri nya yang tajam
matamu bagaikan mentari pagi
teduh dan hangat
namun mampu menghanguskan, dengan cahaya nya yang membakar
resah ku kian tak terkendali
gelisah pun ingin segera berlari
mengejar senyum mu yang telah pergi
meninggalkan jejak rindu di hati
engkau telah berlalu dari hidup ku
sedang aku masih mencumbui bayang-bayang mu
engkau tinggalkan jejek-jejak cinta pilu
aku pun sibuk memunguti sisa-sisa kenangan yang tercecer lusuh dan layu
agar dapat kubingkai kembali menjadi pigura cinta yang baru
untuk sekedar mengingat dan menangisi kerinduan ku
akan segala kenangan indah saat bersama mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 310110
.
PUJANGGA MALAM
.
ada apa dengan mu ?
duhai permata harapan
kau terus saja berlari dalam kesendirian
tanpa sempat ku mengerti, segala alasan yang terabaikan
apa yang terjadi dalam benakmu ?
duhai burung pipit yang kemayu
kau masih saja meragu pada helai-helai kasih yang rintih
dan melepaskan sayap-sayap hatimu yang putih
letihkah batin mu mendengar canca tawa dan kepekaan ku ?
ataukah cemburu telah mengotori perasaan mu ?
akan arti hadirnya diriku untuk mu
membersihkan segala keluh kesah mu
duhai hati yang merindu ;
ijinkan aku membawa kesedihan mu
kedalam kesunyian waktu yang beku
dengan hangat peluk kasih sayang ku
biarkan aku menampung semua derai air mata mu
kedalam gigil sang bayu
dan samudera hatiku
yang trenyuh akan kisah pilu cinta mu
aku bukanlah mentari
yang mampu menyinari hatimu yang perih
membakar gelap di jiwamu yang ringkih
dari kepalsuan cinta sejati
aku hanyalah rembulan
yang akan menghangatkan mu dari dingin nya malam
yang akan menyelimuti sepi tak berkesudahan
dari keresahan yang tak kunjung padam
aku tak bisa membawa bintang keharibaan mu
dan meniupkan rindu ke jantung hatimu yang kelam
sebab, aku hanyalah pujangga malam
yang selalu berlalu menembus waktu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 310110
.
ada apa dengan mu ?
duhai permata harapan
kau terus saja berlari dalam kesendirian
tanpa sempat ku mengerti, segala alasan yang terabaikan
apa yang terjadi dalam benakmu ?
duhai burung pipit yang kemayu
kau masih saja meragu pada helai-helai kasih yang rintih
dan melepaskan sayap-sayap hatimu yang putih
letihkah batin mu mendengar canca tawa dan kepekaan ku ?
ataukah cemburu telah mengotori perasaan mu ?
akan arti hadirnya diriku untuk mu
membersihkan segala keluh kesah mu
duhai hati yang merindu ;
ijinkan aku membawa kesedihan mu
kedalam kesunyian waktu yang beku
dengan hangat peluk kasih sayang ku
biarkan aku menampung semua derai air mata mu
kedalam gigil sang bayu
dan samudera hatiku
yang trenyuh akan kisah pilu cinta mu
aku bukanlah mentari
yang mampu menyinari hatimu yang perih
membakar gelap di jiwamu yang ringkih
dari kepalsuan cinta sejati
aku hanyalah rembulan
yang akan menghangatkan mu dari dingin nya malam
yang akan menyelimuti sepi tak berkesudahan
dari keresahan yang tak kunjung padam
aku tak bisa membawa bintang keharibaan mu
dan meniupkan rindu ke jantung hatimu yang kelam
sebab, aku hanyalah pujangga malam
yang selalu berlalu menembus waktu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 310110
.
CINTAI AKU YA ALLAH
.
waktu bergulir kian lambat terasa
menyusuri lorong-lorong hampa tanpa makna
jiwaku terseret kedalam pusaran nya
tanpa kenal lelah, terus berjalan dalam kekejaman nya
apa yang kucari dan kuharapkan
tak jua kutemukan
namun tetap kurangkaki dengan diam
menembus belantara dunia yang makin kelam
tuntunlah aku dengan kasih sayang Mu
wahai Sang Takdir
sentuhlah aku dengan air mata Mu
wahai Sang Tabir
peluklah aku dengan cinta Mu
wahai Sang Khalik
sebab, nafsu jiwaku telah tergadaikan
resah hatiku kian terabaikan
nikmat Mu terkecap buram
oleh lorong waktu yang tersamar hitam
kini ;
jiwaku bagai tubuh tanpa asa
resah mencari seteguk cinta
dari setiap tetes nikmat Mu yang terkontaminasi
akankah bahagia datang menyeruak tawa ?
tersembul diantara lubang-lubang kepedihan dan kealpaan
atau kepedihan itu adalah karunia Nya ?
yang tak pernah kusadari dan kerap terabaikan, kala mata tertutupi nafsu dunia
dimanakah Engkau, wahai pelipur lara ?
ketika kesedihan, menumbangkan benteng-benteng kezuhudan
dimanakah Engkau, wahai dzat yang penuh cinta ?
ketika aku tenggelam, dalam emosi kekhusyu'an
ku yakin dan percaya
bahagia akan datang menghampiri
merangkul ku, dengan tangan-tangan Mu yang perkasa
dengan kelembutan dan cinta kasih Mu yang suci
lenyapkanlah kekhilafan-kekhilafan ku
musnahkanlah dosa-dosa ku
agar aku sanggup tersenyum dalam kegetiran
dan mampu terpejam pada setiap goda dunia yang memabukan kesenangan
Ya Allah ;
tempat berserah jiwa-jiwa resah yang pasrah
aku ingin hidup dalam kasih Mu
aku ingin mati dalam cinta Mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 170910
.
waktu bergulir kian lambat terasa
menyusuri lorong-lorong hampa tanpa makna
jiwaku terseret kedalam pusaran nya
tanpa kenal lelah, terus berjalan dalam kekejaman nya
apa yang kucari dan kuharapkan
tak jua kutemukan
namun tetap kurangkaki dengan diam
menembus belantara dunia yang makin kelam
tuntunlah aku dengan kasih sayang Mu
wahai Sang Takdir
sentuhlah aku dengan air mata Mu
wahai Sang Tabir
peluklah aku dengan cinta Mu
wahai Sang Khalik
sebab, nafsu jiwaku telah tergadaikan
resah hatiku kian terabaikan
nikmat Mu terkecap buram
oleh lorong waktu yang tersamar hitam
kini ;
jiwaku bagai tubuh tanpa asa
resah mencari seteguk cinta
dari setiap tetes nikmat Mu yang terkontaminasi
akankah bahagia datang menyeruak tawa ?
tersembul diantara lubang-lubang kepedihan dan kealpaan
atau kepedihan itu adalah karunia Nya ?
yang tak pernah kusadari dan kerap terabaikan, kala mata tertutupi nafsu dunia
dimanakah Engkau, wahai pelipur lara ?
ketika kesedihan, menumbangkan benteng-benteng kezuhudan
dimanakah Engkau, wahai dzat yang penuh cinta ?
ketika aku tenggelam, dalam emosi kekhusyu'an
ku yakin dan percaya
bahagia akan datang menghampiri
merangkul ku, dengan tangan-tangan Mu yang perkasa
dengan kelembutan dan cinta kasih Mu yang suci
lenyapkanlah kekhilafan-kekhilafan ku
musnahkanlah dosa-dosa ku
agar aku sanggup tersenyum dalam kegetiran
dan mampu terpejam pada setiap goda dunia yang memabukan kesenangan
Ya Allah ;
tempat berserah jiwa-jiwa resah yang pasrah
aku ingin hidup dalam kasih Mu
aku ingin mati dalam cinta Mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 170910
.
Selasa, 08 November 2011
6/ Sayang
.
sayang
nikmatilah hari-hari bersama wajahku
dan aku pun ;
akan selalu menjaga mu
dengan do'a-do'a di senyumku
agar mentari yang berlidah terik
dan malam yang berbibir kelam ;
tidak merusak cinta di kedua bola matamu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
sayang
nikmatilah hari-hari bersama wajahku
dan aku pun ;
akan selalu menjaga mu
dengan do'a-do'a di senyumku
agar mentari yang berlidah terik
dan malam yang berbibir kelam ;
tidak merusak cinta di kedua bola matamu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
5/ Duhai Cinta
.
duhai mata
bersinarlah
aku ingin lelap di pelupuk mu
duhai bibir
mengecuplah
aku ingin berselimut senyum mu
duhai pesona
kemarilah
aku ingin rebah di wajahmu
duhai cinta
masukilah mimpi ku
pintu rindu ku terbuka untuk mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
duhai mata
bersinarlah
aku ingin lelap di pelupuk mu
duhai bibir
mengecuplah
aku ingin berselimut senyum mu
duhai pesona
kemarilah
aku ingin rebah di wajahmu
duhai cinta
masukilah mimpi ku
pintu rindu ku terbuka untuk mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
4/ Mencumbu Rindu
.
kemarilah
hei, wajah sumringah !
aku lelah
ambilkan aku sepotong bulan
suguhkan di meja peraduan
kita santap mimpi-mimpi
setelah itu
kita menyatu
mencumbu rindu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
kemarilah
hei, wajah sumringah !
aku lelah
ambilkan aku sepotong bulan
suguhkan di meja peraduan
kita santap mimpi-mimpi
setelah itu
kita menyatu
mencumbu rindu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
3/ Masihkah Aku Polos ?
.
telanjangi saja aku
lihat kedalam hati
dan renggutlah
"masihkah aku polos ?"
atau kau cabik-cabik saja
agar bisa kau dengar
aku sudah mencumbu mu
"masihkah aku polos ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
telanjangi saja aku
lihat kedalam hati
dan renggutlah
"masihkah aku polos ?"
atau kau cabik-cabik saja
agar bisa kau dengar
aku sudah mencumbu mu
"masihkah aku polos ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
2/ Malam Menitipkan Sebuah Sajak
.
kuberikan bintang dan rembulan kepadamu
sampaikan untuk sang kekasih
aku sedih melihat hati merintih
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
kuberikan bintang dan rembulan kepadamu
sampaikan untuk sang kekasih
aku sedih melihat hati merintih
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
1/ Dengarlah Riuh Ku
.
memagut kembali ruang sunyi
saat sepi mencumbu malam
hatiku semakin riuh
hei, kau yang terlelap !
"masihkah kau dengar ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
memagut kembali ruang sunyi
saat sepi mencumbu malam
hatiku semakin riuh
hei, kau yang terlelap !
"masihkah kau dengar ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 060411
.
10/ Cintai Aku
.
aku ingin mengunyah mu
sejak kau suguhkan sepisau senyum ;
di tajam mataku
"tidak kah engkau sadar ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
aku ingin mengunyah mu
sejak kau suguhkan sepisau senyum ;
di tajam mataku
"tidak kah engkau sadar ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
9/ Aku Hujam Kau Dengan Panah Cinta
.
lihat !
ini busur ku
juga cinta ku
bersiap-siaplah !
akan kupanah kau
tepat di jantung hatimu
"mati lah kau"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
lihat !
ini busur ku
juga cinta ku
bersiap-siaplah !
akan kupanah kau
tepat di jantung hatimu
"mati lah kau"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
8/ Pahamilah Cinta
.
jangan lah mencinta
jika hanya cinta yang kau puja
"paham ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
jangan lah mencinta
jika hanya cinta yang kau puja
"paham ?"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
7/ Ungkapkan Sekarang Sebelum Aku Pergi Melenggang
.
sudah kau telanjangi semua kepedihan dan kecintaan ku
sekarang ; "jujurlah !"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
sudah kau telanjangi semua kepedihan dan kecintaan ku
sekarang ; "jujurlah !"
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090411
.
Senin, 07 November 2011
SECANGKIR KOPI DI MINGGU PAGI
.
Secangkir kopi
Di pagi hangat-hangat
Selami nikmat
Gorengan telo
Rokok kretek ji sam soe
Aroma pagi
Mentari malu
Burung-burung berkicau
Bunga ku layu
Asap knalpot
Taman Kota berdebu
Oh, Jakarta ku
Dua ji sam su
Empat gorengan telo
Sehitam kopi
Pagi terhirup
Melulu tanpa warna
Berkah Illahi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 091011
Secangkir kopi
Di pagi hangat-hangat
Selami nikmat
Gorengan telo
Rokok kretek ji sam soe
Aroma pagi
Mentari malu
Burung-burung berkicau
Bunga ku layu
Asap knalpot
Taman Kota berdebu
Oh, Jakarta ku
Dua ji sam su
Empat gorengan telo
Sehitam kopi
Pagi terhirup
Melulu tanpa warna
Berkah Illahi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 091011
Minggu, 06 November 2011
10/ Aku
.
kakiku adalah nafasku
tanganku adalah iman ku
mata dan lidahku adalah nafsu ku
hati dan jiwaku adalah diri Mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
kakiku adalah nafasku
tanganku adalah iman ku
mata dan lidahku adalah nafsu ku
hati dan jiwaku adalah diri Mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
9/ Terlupa
.
denting-denting waktu menyapa
jejak langkah ku terlupa
mengalun lirih takdir menari manja
terbuai jenuh dunia hampa
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
denting-denting waktu menyapa
jejak langkah ku terlupa
mengalun lirih takdir menari manja
terbuai jenuh dunia hampa
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
8/ Membaca Nikmat
.
torehkan kuku-kukumu di hamparan nikmat Nya
lihatlah yang membias dari setiap tulisan Nya
adakah terbaca keikhlasan ?
adakah termakna kepasrahan ?
dan kepada siapa kau berkendara ?
mengarungi samudera hati yang kerap mendengkur
apakah kepada waktu yang berjalan dengan dusta ?
hingga hati tak sanggup memilih nurani yang jujur
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
torehkan kuku-kukumu di hamparan nikmat Nya
lihatlah yang membias dari setiap tulisan Nya
adakah terbaca keikhlasan ?
adakah termakna kepasrahan ?
dan kepada siapa kau berkendara ?
mengarungi samudera hati yang kerap mendengkur
apakah kepada waktu yang berjalan dengan dusta ?
hingga hati tak sanggup memilih nurani yang jujur
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
6/ Mengunyah Cinta
.
terbelenggu
terkungkung
oleh rasa yang memburu
diantara nafsu yang menggebu
dan rindu yang meraung
lepaslah
terbanglah
biarkan ikhlas berbicara
sebab, hatiku lelah mengunyah cinta
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
terbelenggu
terkungkung
oleh rasa yang memburu
diantara nafsu yang menggebu
dan rindu yang meraung
lepaslah
terbanglah
biarkan ikhlas berbicara
sebab, hatiku lelah mengunyah cinta
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
2/ Dawai-dawai Itu Masih Mengikutimu
.
kepak-kepak mu tak pernah pergi
sejauh apapun kau berlari
ia selalu bernyanyi
pada hembus angin yang mengikuti
kenapa kau tutup telinga dengan kedua sayap mu ?
meski ia senandungkan puisi-puisi kehidupan yang hitam
lalu, kau sembunyikan rindu di hati kemayu
sedang ia telah menahan hatimu dengan dawai-dawai asmara yang kelam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
kepak-kepak mu tak pernah pergi
sejauh apapun kau berlari
ia selalu bernyanyi
pada hembus angin yang mengikuti
kenapa kau tutup telinga dengan kedua sayap mu ?
meski ia senandungkan puisi-puisi kehidupan yang hitam
lalu, kau sembunyikan rindu di hati kemayu
sedang ia telah menahan hatimu dengan dawai-dawai asmara yang kelam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
4/ Rindu Bintang Hati
.
seperti apakah dirimu disana ?
saat mentari bersembunyi dibalik awan hitam
masihkah senyum mu merona ?
meski warna pelangi memudar kusam
rindukah dirimu kepada bintang hati ?
yang setia menjaga malam-malam penuh rindu
menanti hadir mu di ufuk pagi
kembali bersama merengkuh denting-denting waktu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
seperti apakah dirimu disana ?
saat mentari bersembunyi dibalik awan hitam
masihkah senyum mu merona ?
meski warna pelangi memudar kusam
rindukah dirimu kepada bintang hati ?
yang setia menjaga malam-malam penuh rindu
menanti hadir mu di ufuk pagi
kembali bersama merengkuh denting-denting waktu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
3/ Jika Kau Ragu
.
maknailah syair-syairku yang lirih
jika kau ragu untuk mencintai
karena aku masih disini
memandangi dirimu yang merintih
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
maknailah syair-syairku yang lirih
jika kau ragu untuk mencintai
karena aku masih disini
memandangi dirimu yang merintih
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
1/ Bertanya Tentang Rasa
.
apakah waktu bisa menjawab ?
semua ragu yang membebat senyap
diantara laku dan kekurangan ku
kau kerap bertanya tentang rindu
jujur kah aku pada rasaku ?
setia kah kau pada hatimu ?
ataukah masa lalu kembali membayang semu ?
entahlah, jiwamu telah meracuni mata hatiku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
apakah waktu bisa menjawab ?
semua ragu yang membebat senyap
diantara laku dan kekurangan ku
kau kerap bertanya tentang rindu
jujur kah aku pada rasaku ?
setia kah kau pada hatimu ?
ataukah masa lalu kembali membayang semu ?
entahlah, jiwamu telah meracuni mata hatiku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
ELEGI PAGI
.
Telah kusandarkan kebimbangan kepada embun pagi
yang mengalir lembut diantara daun-daun jati
menetes jatuh ke tanah, tertelen bumi
Saat mentari datang dengan sinarnya yang hangat namun keji
mampu mengoyak ketenangan diri
melumerkan sikap teguh sang bintang hati
yang setia menjaga cinta suci
Apakah kebimbangan telah mengkristal ?
beku dan semakin menggumpal ?
ataukah sandaran hati telah hilang melenyap pudar ?
tenggelam dalam keangkuhan nya yang samar ?
Dimanakah cinta mu ?
ketika hatiku pasrah pada kesabaran dan ketenangan jiwa
kemanakah cinta ku ?
ketika kau terdiam dalam keangkuhan dan keraguan batin jumawa
Apakah ketenangan mu mampu mengenyahkan segala keangkuhan mu ?
Apakah keangkuhan mu adalah kesetiaan cinta mu ?
Aku masih percaya akan tulus hati
yang terjadi tak akan mampu mengusik keyakinan diri
karena aku pasrah memikul kesetiaan ini
Duhai mentari pujaan hatiku !
aku masih bertahan pada sebungkal keyakinan
aku masih menjaga segenggam kesetiaan
aku masih memeluk cinta mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Bogor 300110
Telah kusandarkan kebimbangan kepada embun pagi
yang mengalir lembut diantara daun-daun jati
menetes jatuh ke tanah, tertelen bumi
Saat mentari datang dengan sinarnya yang hangat namun keji
mampu mengoyak ketenangan diri
melumerkan sikap teguh sang bintang hati
yang setia menjaga cinta suci
Apakah kebimbangan telah mengkristal ?
beku dan semakin menggumpal ?
ataukah sandaran hati telah hilang melenyap pudar ?
tenggelam dalam keangkuhan nya yang samar ?
Dimanakah cinta mu ?
ketika hatiku pasrah pada kesabaran dan ketenangan jiwa
kemanakah cinta ku ?
ketika kau terdiam dalam keangkuhan dan keraguan batin jumawa
Apakah ketenangan mu mampu mengenyahkan segala keangkuhan mu ?
Apakah keangkuhan mu adalah kesetiaan cinta mu ?
Aku masih percaya akan tulus hati
yang terjadi tak akan mampu mengusik keyakinan diri
karena aku pasrah memikul kesetiaan ini
Duhai mentari pujaan hatiku !
aku masih bertahan pada sebungkal keyakinan
aku masih menjaga segenggam kesetiaan
aku masih memeluk cinta mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Bogor 300110
TANPA PUISI
.
Aku mencibir malam
meludahi sang kelam
memaki bintang, juga rembulan
jemari ku patah dalam kesenyapan
Aku mengunyah sunyi
menggigit imajinasi
mengoyak aksara, juga ilusi
pena ku hilang dalam kepenatan
Aku sendiri
Tanpa puisi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090211
Aku mencibir malam
meludahi sang kelam
memaki bintang, juga rembulan
jemari ku patah dalam kesenyapan
Aku mengunyah sunyi
menggigit imajinasi
mengoyak aksara, juga ilusi
pena ku hilang dalam kepenatan
Aku sendiri
Tanpa puisi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090211
PUISI KU LIAR PUISI KU JALANG
.
Puisi ku liar puisi ku jalang
Tercipta dari hati yang terbuang
Lahir bersama jiwa yang mengerang
Berhias penat, emosi pun tertuang
Puisi ku liar puisi ku jalang
Manja melebur alur bait-bait kata lantang
Nakal merajuk bentuk imajinasi yang berlari kencang
Jujur membentur makna realita waktu yang menghilang
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
Puisi ku liar puisi ku jalang
Tercipta dari hati yang terbuang
Lahir bersama jiwa yang mengerang
Berhias penat, emosi pun tertuang
Puisi ku liar puisi ku jalang
Manja melebur alur bait-bait kata lantang
Nakal merajuk bentuk imajinasi yang berlari kencang
Jujur membentur makna realita waktu yang menghilang
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
KERTAS BURAM
.
Tak sedikitpun terlintas
di benakku dendam meretas
mencuri damai yang telah terutas
dalam bayang-bayang yang kerap melintas
Aku hanyalah kertas buram
yang bisa ditulis dan kau simpan
sekedar renungi sisa kenangan kelam
lalu tersobek tanpa harapan
Biarlah tersulut api lara ku
terbakar pudar bara ketulusan ku
agar terbang menjauh segala asap mu
dan jejak mu, pergi bersama debu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
Tak sedikitpun terlintas
di benakku dendam meretas
mencuri damai yang telah terutas
dalam bayang-bayang yang kerap melintas
Aku hanyalah kertas buram
yang bisa ditulis dan kau simpan
sekedar renungi sisa kenangan kelam
lalu tersobek tanpa harapan
Biarlah tersulut api lara ku
terbakar pudar bara ketulusan ku
agar terbang menjauh segala asap mu
dan jejak mu, pergi bersama debu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
SANG PERAWAN
.
Sang perawan kembali pulang
di haribaan malam letih terjelang
acuhkan bintang yang benderang
sesali waktu nafsu si jalang
Di peraduan hati ia beringsut
terjaga nurani mata tersudut
oleh dosa yang selalu merajuk
ratapi do'a para pemabuk
Akankah cahaya bintang memberi ia selimut kantuk ?
akankah hangat malam mampu ia peluk ?
dari tidur-tidurnya yang membusuk
dari mimpi-mimpi indah yang tak sudi menjenguk
Tatap mata ku nanar menggurat kasih
telanjangi wajah cantik pucat letih
cumbui senyum terkulum yang merintih
tangisi luka yang makin perih
Pulaslah kau, wahai hati gelisah
simpan letih mu pada senyum sumringah
usah sesali hidup yang salah
sebab esok, ceria pagi masih bisa kau jamah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
Sang perawan kembali pulang
di haribaan malam letih terjelang
acuhkan bintang yang benderang
sesali waktu nafsu si jalang
Di peraduan hati ia beringsut
terjaga nurani mata tersudut
oleh dosa yang selalu merajuk
ratapi do'a para pemabuk
Akankah cahaya bintang memberi ia selimut kantuk ?
akankah hangat malam mampu ia peluk ?
dari tidur-tidurnya yang membusuk
dari mimpi-mimpi indah yang tak sudi menjenguk
Tatap mata ku nanar menggurat kasih
telanjangi wajah cantik pucat letih
cumbui senyum terkulum yang merintih
tangisi luka yang makin perih
Pulaslah kau, wahai hati gelisah
simpan letih mu pada senyum sumringah
usah sesali hidup yang salah
sebab esok, ceria pagi masih bisa kau jamah
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
BELIEVE
.
Setiap kata yang terucap
telah mengendap di kisi-kisi hati yang tercekat
mengikat semakin kuat
menjerat segala harap
Diantara buai manis rayuan
kau hempas aku dalam keraguan
mengecap segala pesona
pada sepi yang lena
Pada janji ku teringat
Pada cinta ku berharap
Hati ku semekin terjepit
oleh bimbang yang menghimpit
Jiwa ku terjerembab
oleh ragu yang selalu menyelinap
Pada janji mu
Pada cinta mu
Aku ingin meronta
ingin berkata
ingin bertanya
ingin berteriak
tentang sebak yang menyesak
tentang rasa yang menyiksa
Tapi ku tak sanggup !
Ketulusan ku membenamkan semua kebimbangan ku
Kesetiaan menenggelamkan segala kesepian ku
Kepada mu
Kupercayakan cinta ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Bandung 120110
Setiap kata yang terucap
telah mengendap di kisi-kisi hati yang tercekat
mengikat semakin kuat
menjerat segala harap
Diantara buai manis rayuan
kau hempas aku dalam keraguan
mengecap segala pesona
pada sepi yang lena
Pada janji ku teringat
Pada cinta ku berharap
Hati ku semekin terjepit
oleh bimbang yang menghimpit
Jiwa ku terjerembab
oleh ragu yang selalu menyelinap
Pada janji mu
Pada cinta mu
Aku ingin meronta
ingin berkata
ingin bertanya
ingin berteriak
tentang sebak yang menyesak
tentang rasa yang menyiksa
Tapi ku tak sanggup !
Ketulusan ku membenamkan semua kebimbangan ku
Kesetiaan menenggelamkan segala kesepian ku
Kepada mu
Kupercayakan cinta ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Bandung 120110
SYAIR CINTA
.
Engkau datang
ketika aku bergelut
degub-degub kebimbangan
Engkau tersenyum
di saat aku pasrah
akan bayang-bayang semu
Engkau mendekatiku
kala ku terkungkung
romantika cinta beku
Engkau memelukku
dengaan rindu membara
hingga ku sadar
bahwa, telah kutemukan
cinta yang lama hilang
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 241209
Engkau datang
ketika aku bergelut
degub-degub kebimbangan
Engkau tersenyum
di saat aku pasrah
akan bayang-bayang semu
Engkau mendekatiku
kala ku terkungkung
romantika cinta beku
Engkau memelukku
dengaan rindu membara
hingga ku sadar
bahwa, telah kutemukan
cinta yang lama hilang
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 241209
ELEGI
.
Atas nama kasih
Aku merintih
Atas nama sayang
Aku meradang
Atas nama cinta
Aku meminta
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 241209
Atas nama kasih
Aku merintih
Atas nama sayang
Aku meradang
Atas nama cinta
Aku meminta
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 241209
SENJA MENGIKAL DI ANAK-ANAK RAMBUT
.
Kepala ini
serasa tumbuh uban-uban
meski petang belum memupuk senja
pada helai-helai rambut yang masih pagi
mentari menyuburkan terik di keningku
Lalu wajah memucati putihnya hari
mempias hujan yang ingin mengalirkan anak-anak sungai di mata
dan ubun-ubun membiaskan tangis ibu yang teduh
pada kemarau yang membakar sisa-sisa ingatan
Dada ini
kerap menabuh dentam-dentam geram yang riuh
menggaungkan waktu yang makin tambur
saat mata memicingkan amarah didetak-detak peristiwa
terkadang melupa pada senyum yang menyunggingkan fajar
sebab, perjalanan mengaburkan segala hasrat yang mengikat
Senja pun mengikal di anak-anak rambut
menggelung sepi pada puncak pendakian
terjerembablah malam di hening hati
menuakan keakuan yang paling getir
dari waktu yang memudakan kealpaan
hingga kepala kian mendekati pusara ayah
Duh, otak yang mengerami sunyi !
lepaskan saja terik yang membakar kening
lupakan senja yang mewartakan kematian
sebab, hidup masihlah terbit di mata hati
dan fajar, tetap setia menghitamkan rambut di kepala
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 121011
.
Kepala ini
serasa tumbuh uban-uban
meski petang belum memupuk senja
pada helai-helai rambut yang masih pagi
mentari menyuburkan terik di keningku
Lalu wajah memucati putihnya hari
mempias hujan yang ingin mengalirkan anak-anak sungai di mata
dan ubun-ubun membiaskan tangis ibu yang teduh
pada kemarau yang membakar sisa-sisa ingatan
Dada ini
kerap menabuh dentam-dentam geram yang riuh
menggaungkan waktu yang makin tambur
saat mata memicingkan amarah didetak-detak peristiwa
terkadang melupa pada senyum yang menyunggingkan fajar
sebab, perjalanan mengaburkan segala hasrat yang mengikat
Senja pun mengikal di anak-anak rambut
menggelung sepi pada puncak pendakian
terjerembablah malam di hening hati
menuakan keakuan yang paling getir
dari waktu yang memudakan kealpaan
hingga kepala kian mendekati pusara ayah
Duh, otak yang mengerami sunyi !
lepaskan saja terik yang membakar kening
lupakan senja yang mewartakan kematian
sebab, hidup masihlah terbit di mata hati
dan fajar, tetap setia menghitamkan rambut di kepala
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 121011
.
EMOSI JIWA
.
Saat hati tak lagi dapat sembunyi
asa pun beranjak pergi
meninggalkan setitik rasa pada sebuah janji
dari rapuh jiwa, engkau berlari
Saat raga tak lagi dapat menyentuh
ketulusan bak samudera menghempaskan ragu
menyisakan sepenggal luka pada keyakinan rapuh
dari emosi jiwa, engkau berlalu
Duhai pujaan hati !
dimana kau akan sembunyi ?
di kedalaman nurani terpenjara sepi ?
atau di kedamaian semu terkungkung sebuah elegi ?
Wahai jasad tak tersentuh !
kepada apa mimpi-mimpi kau labuh ?
kepada siapa kau tambatkan harapan ?
kepadaku, kepadamu, atau kepada insan penuh rayu bualan ?
Sampai saatnya nanti kau akan terperangah
bahwa kau telah menenggelamkan kesucian hati pasrah
dan waktu jua lah, terjawab semua keangkuhan
segalanya berpulang pada sebuah ketulusan
#salam imaji#
Ka Tyo
Bogor 280110
Saat hati tak lagi dapat sembunyi
asa pun beranjak pergi
meninggalkan setitik rasa pada sebuah janji
dari rapuh jiwa, engkau berlari
Saat raga tak lagi dapat menyentuh
ketulusan bak samudera menghempaskan ragu
menyisakan sepenggal luka pada keyakinan rapuh
dari emosi jiwa, engkau berlalu
Duhai pujaan hati !
dimana kau akan sembunyi ?
di kedalaman nurani terpenjara sepi ?
atau di kedamaian semu terkungkung sebuah elegi ?
Wahai jasad tak tersentuh !
kepada apa mimpi-mimpi kau labuh ?
kepada siapa kau tambatkan harapan ?
kepadaku, kepadamu, atau kepada insan penuh rayu bualan ?
Sampai saatnya nanti kau akan terperangah
bahwa kau telah menenggelamkan kesucian hati pasrah
dan waktu jua lah, terjawab semua keangkuhan
segalanya berpulang pada sebuah ketulusan
#salam imaji#
Ka Tyo
Bogor 280110
GAMANG
.
Saat ragu datang menghampiri
tertutuplah akal nurani
tak bisa menelaah, tak jua mampu mengkaji
apa yang ada di benak hati
hanyalah kejujuran yang tak di mengerti
oleh hati yang penuh emosi
Saat jiwa mengembara dalam pekatnya pikiran
diantara sunyi hati dan rindu yang terkekang
tak jua kutemukan sinar ceria pada senyum menawan
terbang, menghilang
sirna oleh gamang emosi jiwa yang terbenam
akan ketidak berdayaan bintang hati, menyentuh dinding-dinding nurani palling dalam
Lalu kemana larinya suara-suara merdu itu ?
yang kerap hadir, melagukan rindu
saat kuterlelap di peraduan bisu
Dimana engkau wahai suara-suara merdu ?
aku rindu akan hadir mu
di pagi hari, saat mentari tersenyum malu
Dimana kau sembunyikan lagu-lagu merdu ?
di kediaman yang angkuh ?
ataukah di kemarahan yang teguh ?
Kerinduan ku akan senyum mu
serupa lebah pencari madu
mengecap harap, terbang mencari tempat bercumbu
dalam ruang hampa waktu
Adakah setetes madu cinta mu mampu menggairahkan kerinduan ku ?
Ataukah rasaku yang kini terbang berputar-putar dalam pusaran waktu ?
Biarkan hati tenggelam bersama kegamangan ku
Sebab, cinta ku masih setia berpijak pada senyum manis mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Bogor 290110
Saat ragu datang menghampiri
tertutuplah akal nurani
tak bisa menelaah, tak jua mampu mengkaji
apa yang ada di benak hati
hanyalah kejujuran yang tak di mengerti
oleh hati yang penuh emosi
Saat jiwa mengembara dalam pekatnya pikiran
diantara sunyi hati dan rindu yang terkekang
tak jua kutemukan sinar ceria pada senyum menawan
terbang, menghilang
sirna oleh gamang emosi jiwa yang terbenam
akan ketidak berdayaan bintang hati, menyentuh dinding-dinding nurani palling dalam
Lalu kemana larinya suara-suara merdu itu ?
yang kerap hadir, melagukan rindu
saat kuterlelap di peraduan bisu
Dimana engkau wahai suara-suara merdu ?
aku rindu akan hadir mu
di pagi hari, saat mentari tersenyum malu
Dimana kau sembunyikan lagu-lagu merdu ?
di kediaman yang angkuh ?
ataukah di kemarahan yang teguh ?
Kerinduan ku akan senyum mu
serupa lebah pencari madu
mengecap harap, terbang mencari tempat bercumbu
dalam ruang hampa waktu
Adakah setetes madu cinta mu mampu menggairahkan kerinduan ku ?
Ataukah rasaku yang kini terbang berputar-putar dalam pusaran waktu ?
Biarkan hati tenggelam bersama kegamangan ku
Sebab, cinta ku masih setia berpijak pada senyum manis mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Bogor 290110
IKHLAS
.
Setiap luka yang kau goreskan
tak akan sanggup melemahkan ketulusan ku
segala derita yang kau tebarkan
tak akan mampu menghapus kesetiaan ku
Seberapa jauh kau berlari mengingkari
aku selalu dekat tanpa kau sadari
seberapa lambat kau berjalan menggeram diam
aku telah menetap riuh di relung hatimu terdalam
Carilah apa yang kau inginkan
kejarlah apa yang kau impikan
peluklah siapa yang akan kau dapatkan
sampai nanti hatimu lelah, muak dan terkoyak kehilangan keyakinan
pada karma yang kerap kau acuhkan
Tapi kau tak menyadari
apa yang terjadi saat ini
kau telah merendahkan diri sendiri
menjatuhkan harga diri
menodai kehormatan kodrati
serupa jiwa-jiwa lunglai yang telah mati
Dan lihatlah aku
yang tetap teguh kukuh bertahan pada satu rasa
menjaga ketulusan, mengikhlaskan kesetiaan cinta
Sampai nanti kau kembali kepadaku
membawa semua luka dan penyesalan mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 240110
Setiap luka yang kau goreskan
tak akan sanggup melemahkan ketulusan ku
segala derita yang kau tebarkan
tak akan mampu menghapus kesetiaan ku
Seberapa jauh kau berlari mengingkari
aku selalu dekat tanpa kau sadari
seberapa lambat kau berjalan menggeram diam
aku telah menetap riuh di relung hatimu terdalam
Carilah apa yang kau inginkan
kejarlah apa yang kau impikan
peluklah siapa yang akan kau dapatkan
sampai nanti hatimu lelah, muak dan terkoyak kehilangan keyakinan
pada karma yang kerap kau acuhkan
Tapi kau tak menyadari
apa yang terjadi saat ini
kau telah merendahkan diri sendiri
menjatuhkan harga diri
menodai kehormatan kodrati
serupa jiwa-jiwa lunglai yang telah mati
Dan lihatlah aku
yang tetap teguh kukuh bertahan pada satu rasa
menjaga ketulusan, mengikhlaskan kesetiaan cinta
Sampai nanti kau kembali kepadaku
membawa semua luka dan penyesalan mu
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 240110
KEMBALI TERDIAM ... DALAM KHUSYU YANG HENING
Terdiam
menunggu sepi
gelisah
memburu janji
lelah
terhempas waktu
terlelap
dalam gejolak rindu
Mungkinkah aku bisa menggenggam keindahan itu ?
Ataukah semua kembali sirna, terbang seperti debu
Aku bukan cuma meminta
tapi berharap sangat
aku bukanlah yang paling terhina
tapi terlunta-lunta sekarat
Berikanlah senyum
sebab, ku tak mampu mengecap cinta Mu
itu pun sudah cukup meredam jantung yang berdentum
yang sedikit telah merubah hidup ku
Aku cemas menghela senja
pada siang yang tersia-sia
dan Kau butakan matahari
hingga tak dapat ku melihat cahaya di hati
Aku takut menangisi harapan
pada malam tak bermakna
dan Kau padamkan rembulan
hingga kegelapan menyelimuti sepi nya jiwa
Mau dibawa kemana aku ini ?
aku mengikuti
mau di apakan aku ini ?
aku tak peduli
Keikhlasanlah yang mampu kuberikan
Kesabaranlah yang tengah ku perjuangkan
Demi diri Mu yang mencintai ku
aku pasrah pada ujian Mu
demi diri Mu yang mengasihi ku
aku serahkan hati dan jiwaku
Kembali sunyi
dalam diam yang lirih
kembali perih
mengoyak sedih yang tak bertepi
Kembali gelisah meresah rindu
dalam tenang yang pasrah, aku menunggu
batas waktu cinta Mu
batas akhir hidup ku
Akankah rahmat Mu datang menjelang ?
Akankah ridho Mu telah berpulang ?
Kembali aku terdiam
dalam khusyu yang hening
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 010910
menunggu sepi
gelisah
memburu janji
lelah
terhempas waktu
terlelap
dalam gejolak rindu
Mungkinkah aku bisa menggenggam keindahan itu ?
Ataukah semua kembali sirna, terbang seperti debu
Aku bukan cuma meminta
tapi berharap sangat
aku bukanlah yang paling terhina
tapi terlunta-lunta sekarat
Berikanlah senyum
sebab, ku tak mampu mengecap cinta Mu
itu pun sudah cukup meredam jantung yang berdentum
yang sedikit telah merubah hidup ku
Aku cemas menghela senja
pada siang yang tersia-sia
dan Kau butakan matahari
hingga tak dapat ku melihat cahaya di hati
Aku takut menangisi harapan
pada malam tak bermakna
dan Kau padamkan rembulan
hingga kegelapan menyelimuti sepi nya jiwa
Mau dibawa kemana aku ini ?
aku mengikuti
mau di apakan aku ini ?
aku tak peduli
Keikhlasanlah yang mampu kuberikan
Kesabaranlah yang tengah ku perjuangkan
Demi diri Mu yang mencintai ku
aku pasrah pada ujian Mu
demi diri Mu yang mengasihi ku
aku serahkan hati dan jiwaku
Kembali sunyi
dalam diam yang lirih
kembali perih
mengoyak sedih yang tak bertepi
Kembali gelisah meresah rindu
dalam tenang yang pasrah, aku menunggu
batas waktu cinta Mu
batas akhir hidup ku
Akankah rahmat Mu datang menjelang ?
Akankah ridho Mu telah berpulang ?
Kembali aku terdiam
dalam khusyu yang hening
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 010910
BUNDA, SEDIH MU ADALAH TANGIS KU
.
saat diri terdesak meretas mimpi
kuabaikan keluh di hati
pada satu janji yang terpatri
untuk mu, segenggam asa meretas janji
pinjamkanlah pena Mu ya rabbi
akan kutulis asa di batas mimpi
tentang tulus cinta di hati
dan air mata bunda yang suci
janganlah renggut sedih di dadaku
sebab keluh, tak akan mampu mengoyak ketegaranku
jangan tangisi keyakinan di jantungku
sebab janji, masih setia memeluk wajahmu
duhai mata yang mengentalkan kesabaran !
dan senyum getir yang menguatkan kepasrahan !
jangan lagi kau tumpahkan air mata di sebaris gigi-gigimu yang senja
sebab, aku masih menampung derita mu di uban-uban kepala
Bunda cinta ku !
sedihmu adalah tangisku
air matamu adalah janji-janji ku
kebahagiaan mu adalah semangat ku
Bunda surga dunia !
tersenyumlah, meski hanya sesaat
agar aku bisa merasakan cinta Nya
di ruang hampa waktu yang mellintas cepat
meski pagi tak lagi dapat kumiliki
dan malam-malam yang letih
mengantarkan senja di kedua mataku yang pedih
melepas mu dalam damai di sisi Illahi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 151110
saat diri terdesak meretas mimpi
kuabaikan keluh di hati
pada satu janji yang terpatri
untuk mu, segenggam asa meretas janji
pinjamkanlah pena Mu ya rabbi
akan kutulis asa di batas mimpi
tentang tulus cinta di hati
dan air mata bunda yang suci
janganlah renggut sedih di dadaku
sebab keluh, tak akan mampu mengoyak ketegaranku
jangan tangisi keyakinan di jantungku
sebab janji, masih setia memeluk wajahmu
duhai mata yang mengentalkan kesabaran !
dan senyum getir yang menguatkan kepasrahan !
jangan lagi kau tumpahkan air mata di sebaris gigi-gigimu yang senja
sebab, aku masih menampung derita mu di uban-uban kepala
Bunda cinta ku !
sedihmu adalah tangisku
air matamu adalah janji-janji ku
kebahagiaan mu adalah semangat ku
Bunda surga dunia !
tersenyumlah, meski hanya sesaat
agar aku bisa merasakan cinta Nya
di ruang hampa waktu yang mellintas cepat
meski pagi tak lagi dapat kumiliki
dan malam-malam yang letih
mengantarkan senja di kedua mataku yang pedih
melepas mu dalam damai di sisi Illahi
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 151110
KATA TAK BERMAKNA
.
seuntai kata tak bermakna
terbiar lusuh tanpa dicerna
terbuang hilang dengan percuma
lalu mencibir diri abaikan tanya
goresan-goresan kata yang menjelma
tak mungkin lagi bisa berwarna
kau pudarkan begitu saja
acuhkan jemari yang masih bersahaja
tak mungkin tanganku melemah
dan jemariku terkoyak resah
melisankan kasih sayang yang tercurah
dari tulus hati yang pasrah
meski kau acuhkan suara ku
aku akan tetap menyanyikan goresan jemari
meski tak kau hiraukan kalimat-kalimat tulus ku
aku akan terus bersyair lewat kata-kata puisi
cerialah kau wahai lisan ku
tertawalah bersama kata-kata yang terbuang
nyanyikanlah puisi-puisi cinta yang beku
biarkan ia mendengar,
meski aku adalah bayang-bayang
kata-kata memang tak bermakna
lisan pun tak punya warna
tapi jemariku tetap bersahaja
dan cinta ku masih bernyawa
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 270910
seuntai kata tak bermakna
terbiar lusuh tanpa dicerna
terbuang hilang dengan percuma
lalu mencibir diri abaikan tanya
goresan-goresan kata yang menjelma
tak mungkin lagi bisa berwarna
kau pudarkan begitu saja
acuhkan jemari yang masih bersahaja
tak mungkin tanganku melemah
dan jemariku terkoyak resah
melisankan kasih sayang yang tercurah
dari tulus hati yang pasrah
meski kau acuhkan suara ku
aku akan tetap menyanyikan goresan jemari
meski tak kau hiraukan kalimat-kalimat tulus ku
aku akan terus bersyair lewat kata-kata puisi
cerialah kau wahai lisan ku
tertawalah bersama kata-kata yang terbuang
nyanyikanlah puisi-puisi cinta yang beku
biarkan ia mendengar,
meski aku adalah bayang-bayang
kata-kata memang tak bermakna
lisan pun tak punya warna
tapi jemariku tetap bersahaja
dan cinta ku masih bernyawa
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 270910
POTRET BANGSA
.
MEREKA
Tanah longsor
Gunung bocor
Udara kotor
Celana kolor
Kucing makan telor
Mereka hidup dalam inkubator
Kisah horor
Teror menteror
Para koruptor
IMF tekor
Akal licik investor
Penguasa asyik molor
Orang sinting
Otak miring
Bau pesing
Harga diri dibanting
Pejabat minum air kencing
Penguasa butuh korek kuping
Beban membumbung
Hidup terpasung
Kami dipentung
Kemunafikan dijunjung
Penguasa linglung
Kaum urban pulang kampung
Sembako melambung
Investor murung
Dosa diusung
Penguasa bingung
Kami makan nasi jagung
Kongmelarat pulang kampung
Tanah dicuri
Ladang dimiliki
Periuk nasi dikuliti
Hidup dikebiri
Terkucil menepi
Di kerajaan singa mereka terisolasi
Tuan tanah
Penguasa wilayah
Kaum penjarah
Hidup bermewah-mewah
Licik bersilat lidah
Di kerajaan kera mereka tak terjamah
Kadal bunting
Gajah nungging
Kerbau juling
Kera sinting
Singa terguling
Anjing
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 291110
MEREKA
Tanah longsor
Gunung bocor
Udara kotor
Celana kolor
Kucing makan telor
Mereka hidup dalam inkubator
Kisah horor
Teror menteror
Para koruptor
IMF tekor
Akal licik investor
Penguasa asyik molor
Orang sinting
Otak miring
Bau pesing
Harga diri dibanting
Pejabat minum air kencing
Penguasa butuh korek kuping
Beban membumbung
Hidup terpasung
Kami dipentung
Kemunafikan dijunjung
Penguasa linglung
Kaum urban pulang kampung
Sembako melambung
Investor murung
Dosa diusung
Penguasa bingung
Kami makan nasi jagung
Kongmelarat pulang kampung
Tanah dicuri
Ladang dimiliki
Periuk nasi dikuliti
Hidup dikebiri
Terkucil menepi
Di kerajaan singa mereka terisolasi
Tuan tanah
Penguasa wilayah
Kaum penjarah
Hidup bermewah-mewah
Licik bersilat lidah
Di kerajaan kera mereka tak terjamah
Kadal bunting
Gajah nungging
Kerbau juling
Kera sinting
Singa terguling
Anjing
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 291110
POTRET BANGSA (2)
.
HITAM
Tuan
Kau bungkukkan kepala mu di depan pembesar-pembesar istana
Kau tebar senyum kepada tamu-tamu negara
Kau rendahkan diri mu untuk rentenir-rentenir dunia
Tapi, kau busungkan dada, dan berjalan pongah di hadapan rakyat jelata
Tuan
Kau tinggal di istana kerajaan
Sebagai pemilik tanah
Sedang pribumi, tinggal di pinggiran
Sebagai pengontrak tanah
Tuan
Kau dirikan pasar-pasar moderen
Alasan globalisasi atau sekedar tren
Hasil kucuran dana bank-bank impoten
Tapi, kau telantarkan pasar-pasar tradisional, yang bertahan dengan sesajen
Tuan
Kau ketuk palu kepada maling singkong, atas nama keadilan
Kau ganjar dengan 5 bulan kurungan
Tapi, kau biarkan kasus-kasus korupsi dan artis-artis cabul mengambang tak karuan
Hilang, lenyap, sembunyi, tanpa ada kejellasan
Tuan
Aku adalah kutu busuk
Yang suka menggigit, menebar bau busuk
Kepada mereke, para-para pemabuk
Dan kau, yang tak bisa dibujuk
Tuan
Aku adalah penyair busuk
Lantunkan syair-syair nakal bertajuk
Bersayat pilu, tatanan hidup yang telah ambruk
Atas tangis duka, mereka-mereka yang terpuruk
Tuan
Kau kencing berlari
Kesana kemari puaskan diri
Pertontonkan urat kemaluan mu sendiri
Tak peduli meski hilang harga diri
Tuan
Aku kencing berdiri
Tak lagi bisa berlari
Kencingi nasib yang terkebiri
Atas potret buram anak negeri
Tuan
Kau buta
Seperti amarah ku
Kau tuli
Seperti keyakinan ku
Tuan
Kau juling
Aku sinting
Kau pekak
Aku bidak
Tuan
Kau hitam
Aku kelabu
Kau berjalan tanpa mata hati
Aku berlari mencari mata air
Tuan
Marilah kita berkawan
Sudahi saja semua kesenjangan
Agar aku bisa membunuh mu secara perlahan
Dan kita, sama-sama hitam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 291110
HITAM
Tuan
Kau bungkukkan kepala mu di depan pembesar-pembesar istana
Kau tebar senyum kepada tamu-tamu negara
Kau rendahkan diri mu untuk rentenir-rentenir dunia
Tapi, kau busungkan dada, dan berjalan pongah di hadapan rakyat jelata
Tuan
Kau tinggal di istana kerajaan
Sebagai pemilik tanah
Sedang pribumi, tinggal di pinggiran
Sebagai pengontrak tanah
Tuan
Kau dirikan pasar-pasar moderen
Alasan globalisasi atau sekedar tren
Hasil kucuran dana bank-bank impoten
Tapi, kau telantarkan pasar-pasar tradisional, yang bertahan dengan sesajen
Tuan
Kau ketuk palu kepada maling singkong, atas nama keadilan
Kau ganjar dengan 5 bulan kurungan
Tapi, kau biarkan kasus-kasus korupsi dan artis-artis cabul mengambang tak karuan
Hilang, lenyap, sembunyi, tanpa ada kejellasan
Tuan
Aku adalah kutu busuk
Yang suka menggigit, menebar bau busuk
Kepada mereke, para-para pemabuk
Dan kau, yang tak bisa dibujuk
Tuan
Aku adalah penyair busuk
Lantunkan syair-syair nakal bertajuk
Bersayat pilu, tatanan hidup yang telah ambruk
Atas tangis duka, mereka-mereka yang terpuruk
Tuan
Kau kencing berlari
Kesana kemari puaskan diri
Pertontonkan urat kemaluan mu sendiri
Tak peduli meski hilang harga diri
Tuan
Aku kencing berdiri
Tak lagi bisa berlari
Kencingi nasib yang terkebiri
Atas potret buram anak negeri
Tuan
Kau buta
Seperti amarah ku
Kau tuli
Seperti keyakinan ku
Tuan
Kau juling
Aku sinting
Kau pekak
Aku bidak
Tuan
Kau hitam
Aku kelabu
Kau berjalan tanpa mata hati
Aku berlari mencari mata air
Tuan
Marilah kita berkawan
Sudahi saja semua kesenjangan
Agar aku bisa membunuh mu secara perlahan
Dan kita, sama-sama hitam
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 291110
POTRET BANGSA (3)
.
MATA HATI
Aku terkulai
pandangi wajah-wajah lemah lunglai
berlari hindari kesenjangan yang tak pernah usai
atas kasih bumi yang tercerai berai
Aku terlelap
berbantal pedih, perih, duka dan luka yang menggeliat
berselimut kesal, marah, benci dan emosi yang meluap
sebab, mimpi-mimpi mereka dicuri oleh tangan-tangan iblis yang mencengkeram kuat
Aku bangkit
kobarkan api nurani di tiang-tiang langit
teriakkan syair-syair puisi busuk hitam legit
melawan tirani berdasi yang bersembunyi di kerejaan orang-orang singit
Aku peluk luka ibu pertiwi yang merintih
aku cium tangis mereka-mereka yang tersisih
aku telanjangi dosa-dosa mereka yang memutih
aku cumbui mata hati, dari mata air yang penuh kasih
Aku mati
berkafankan nurani suci
bernisankan mata hati
demi sebuah keadilan sejati
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 291110
MATA HATI
Aku terkulai
pandangi wajah-wajah lemah lunglai
berlari hindari kesenjangan yang tak pernah usai
atas kasih bumi yang tercerai berai
Aku terlelap
berbantal pedih, perih, duka dan luka yang menggeliat
berselimut kesal, marah, benci dan emosi yang meluap
sebab, mimpi-mimpi mereka dicuri oleh tangan-tangan iblis yang mencengkeram kuat
Aku bangkit
kobarkan api nurani di tiang-tiang langit
teriakkan syair-syair puisi busuk hitam legit
melawan tirani berdasi yang bersembunyi di kerejaan orang-orang singit
Aku peluk luka ibu pertiwi yang merintih
aku cium tangis mereka-mereka yang tersisih
aku telanjangi dosa-dosa mereka yang memutih
aku cumbui mata hati, dari mata air yang penuh kasih
Aku mati
berkafankan nurani suci
bernisankan mata hati
demi sebuah keadilan sejati
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 291110
TANPA SYAIR
.
Kularung malam dengan sisa-sisa imaji
Meruang sunyi
Membekap hati
Kembara aksara ku sejenak terhenti
Mengusung letih
Merangkul perih
Duhai malam
Jangan kau tahan syair-syair ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090211
Kularung malam dengan sisa-sisa imaji
Meruang sunyi
Membekap hati
Kembara aksara ku sejenak terhenti
Mengusung letih
Merangkul perih
Duhai malam
Jangan kau tahan syair-syair ku
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 090211
LENTERA
.
Ada buram
dalam jarak pandang ku
Samar
tak mampu menembus akal
Gelap
menyesatkan kalbu dan jiwa
Dimana kudapatkan lentera ?
Akankah mampu menerangi ?
Kemanakah akal bisa menerka ?
Kapankah cahaya itu termilki ?
Aku cuma menatap satu arah saja
tetap saja terkontaminasi
mungkin sudah saatnya aku buta
dan melihat dengan mata hati
Mata hati lebih tajam
melindungi si buta agar tak tersandung
dari kapas yang tenggelam
dan batu yang selalu mengapung
Kapas itu bersih dan putih
Batu itu kotor dan hitam
Jika kalbu dan jiwa menjadi suci
Maka, ia harus menjadi nista
Andai lentera mampu menggantikan kebutaan ku ?
Pandangan ku mampu menembus takdir ?
Akal ku sanggup memilih jalan yang baik dan buruk ?
Pasti lah kematian adalah yang terbaik
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 110910
Ada buram
dalam jarak pandang ku
Samar
tak mampu menembus akal
Gelap
menyesatkan kalbu dan jiwa
Dimana kudapatkan lentera ?
Akankah mampu menerangi ?
Kemanakah akal bisa menerka ?
Kapankah cahaya itu termilki ?
Aku cuma menatap satu arah saja
tetap saja terkontaminasi
mungkin sudah saatnya aku buta
dan melihat dengan mata hati
Mata hati lebih tajam
melindungi si buta agar tak tersandung
dari kapas yang tenggelam
dan batu yang selalu mengapung
Kapas itu bersih dan putih
Batu itu kotor dan hitam
Jika kalbu dan jiwa menjadi suci
Maka, ia harus menjadi nista
Andai lentera mampu menggantikan kebutaan ku ?
Pandangan ku mampu menembus takdir ?
Akal ku sanggup memilih jalan yang baik dan buruk ?
Pasti lah kematian adalah yang terbaik
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 110910
Kamis, 03 November 2011
7/ Meski Rindu Yang Tersentuh
.
aku telantarkan hati ini
kepada belantara malam yang sepi
oleh luka, rindu dan cinta
ketika dada sesak menulis cerita
biarkan rasa ini bersembunyi di benakmu
menggelora, menyiksa nurani yang lugu
hingga nanti kau siap membacakan risalah
tentang ikhlas dan tulusku yang pasrah
mendekatlah padaku sesegera kau mau
jika ingin mendengar detak jantung yang riuh
cumbulah malam di kesunyian mu
meski hanya rindu yang mampu kau sentuh
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
aku telantarkan hati ini
kepada belantara malam yang sepi
oleh luka, rindu dan cinta
ketika dada sesak menulis cerita
biarkan rasa ini bersembunyi di benakmu
menggelora, menyiksa nurani yang lugu
hingga nanti kau siap membacakan risalah
tentang ikhlas dan tulusku yang pasrah
mendekatlah padaku sesegera kau mau
jika ingin mendengar detak jantung yang riuh
cumbulah malam di kesunyian mu
meski hanya rindu yang mampu kau sentuh
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
5/ Usah Mencibir Malam
geliat ku pada petang yang muram
temaram senja kaburi jenuh yang menggeram
lembayung pun lelap berselimut kelam
redakan amarah hati yang hitam
dan kau rembulan
benamkan dirimu yang kusam
usahlah mencibir malam
sebab, aku muak dengan kehampaan
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
temaram senja kaburi jenuh yang menggeram
lembayung pun lelap berselimut kelam
redakan amarah hati yang hitam
dan kau rembulan
benamkan dirimu yang kusam
usahlah mencibir malam
sebab, aku muak dengan kehampaan
#salam imaji#
Ka Tyo
Jakarta 131110
Langganan:
Postingan (Atom)
