Kamis, 24 November 2011

TERDAMPAR DI WAJAHMU

.
bibir ini masih merajuk

mengulum pagi yang sejuk

aku kembali berasyik masyuk

hingga lelah ku terbujuk




mata ini tersaruk-saruk

senyumpun berpeluk teruk

mengayuh asa di hati berbiduk

terdampar di wajahmu yang sejuk




sayang ;

mari kita mengoyak waktu

agar rindu tak lagi membatu





#salam imaji #

Ka Tyo

Jakarta 050411
.

Masihkah Tersenyum ? /40/

.
.
bibirku masih terkunci

mengulum wajahmu tanpa caci

dan bukan benci


"masihkah kau tersenyum ?"




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 050411
.

SECANGKIR SENYUM

.
malam ini


kembali aku menyeruput

secangkir kopi hitam merengut

hilangkan penat yang memagut



sebatang rokok kretek ketengan

kembali kepulkan kerinduan

secangkir senyum dalam senyuman



marilah berminum-minum bersama ku

agar dahaga malam tak lagi mencibir laku




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 050411
.

Dengarlah Riuhku /39/

.
.
memagut kembali ruang sunyi

saat sepi mencumbu malam

hatiku semakin riuh



dan kau yang terlelap ;

masihkah kau mendengar ?



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 050411
.

SENYUM MERUPA AIR MATA

.
cawan-cawan madu yang kutampung dalam mataku

adalah tetes-tetes senyum mu yang melapangkan dahaga ku

hingga yang tersisa adalah rindu yang terluka

tersayat di sudut-sudut mata



kini

senyum mu merupa air mataku

masihkah kau ingat ?




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 050411
.

Sabtu, 19 November 2011

SAYANG

.
Sayang

aku tak ingin kau menjadi seperti yang ku mau

biarpun aku selalu menghardik mu, dengan sikap manja ku



Sayang

jadilah bintang dengan kesederhanaan mu

jadilah rembulan dengan kesahajaan mu

jadilah malam dengan ketenangan mu

jadilah mentari dengan kehangatan mu



Sayang

jadilah elok dan lembut di hatiku




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

DI UJUNG JALAN INI

.
di ujung jalan ini

aku masih punguti puing berserakan

ada jejak mu disana ;

kamu, dengan senyum mu




di sudut hati ini

aku masih meniti keping kewarasan

ada suara mu disana ;

kamu, dengan raga mu




di ujung jalan ini

kembali kuhitung hari

tujuh mentari terlewati

aku masih menanti




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

BERI AKU WARNA

.
aku kembali menggeliat

kala harum mu terlewat

dan aku makin menggeliat

tanpa mengerti,

mungkin takdir tengah menyirat




dengarlah degub jantungku

lihatlah keangkuhan ku

rasakanlah ketidak berdayaan ku

bahwa kini aku limbung,

terhenyak dan membatu




beri aku warna mu

agar ku mampu melukis pelangi di matamu



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

DIMANA ?

.
aku lapar

aku dahaga



dimana mata hatimu ?

aku ingin mengunyah jati diri mu

agar hatiku kenyang oleh air matamu



dimana relung hatimu ?

aku ingin menghirup warna laku mu

agar jiwaku tak tersedak oleh kelembutan cinta mu




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

KITA DAN REMBULAN

.
senyumlah kepada malam

saat hening mu kelam

karena aku masih disini, sendiri

mematung dalam sunyi



dan rembulan berkata kepada kita ;


"kemarilah wahai insan yang merindu,

tidurlah di permadani peraduan ku yang syahdu"





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

Kamis, 17 November 2011

MENUJU TAKDIR

.
ini saat nya menyingkir

aku menuju takdir

sembunyi, dalam paras Mu di hilir

dengan sisa senyum masih terukir



ini waktu kembali merepih

aku menuju sepi

rebah, dalam hening Mu yang suci

dengan hati masih meredam api



kutinggalkan tanganku untuk kau tulis luka

kutitipkan senyumku untuk kau lukis cinta




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

SETELAH PERTENGKARAN

.
kita telah bicara semalam

dari hati ke hati

berlama-lama



duduk bersama di teras halaman

dari tanya ke tanya

bermanja-manja



lama-lama kita berdebat

tentang takdir yang terlambat

dan kau pun kembali menangis




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

DALAM KESUNYIAN

.
kidung-kidung itu telah berlalu

membawa biola nya syahdu

setelah alunan nya menyergap kesunyian

dengan gemulai tarian merayu angan



aku masih bertahan

meski sekejap hatiku tertawan



dan kini ;

aku kembali kepada gulita malam

bercumbu dengan kesunyian



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

KICAU SESAL

.
pagi ini ;

sang mentari kembali bertandang

bisikan kicau sesal berdendang

lirih, dengan nada-nada sumbang

acuhkan rasa yang mulai terkembang



pagi ini ;

aku kembali terdiam




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

NAFAS MU

.
tadi kudengar suara berbisik

bukan di telinga

tapi ;

di jantungku yang terpana

karena lirih mu ;

menggelegar bak halilintar



memekakan

kesunyian ku yang teguh

menulikan

mata hatiku yang rapuh



kamu ;

dalam nafas kepasrahan

mengoyak hati yang bertahan





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 230211
.

DUHAI

.
datanglah datang, duhai hati lembut

sambangi aku bersama bintang-bintang redup

hiasi bibirmu dengan kata-kata merajuk

agar kita tertawa dalam rindu merujuk




rasakanlah, rasa meresah

reguklah rindu membuncah

dengan lembut bibirmu yang merekah

dan hangat matamu, mengurai pasrah





##

Ka Tyo

Jakarta 100311
.

SENJA BERANJAK PERGI

.
senja perlahan beringsut menghilang

malas, selimuti rona pelangi yang terhalang

oleh rintik hujan,

dan awan putih yang melenggang

kembali mentari tertidur,

dalam kediaman nya yang tenang



senja telah beranjak pergi

tibalah saat malam untuk berbagi

dari jiwa yang kering,

dan letih hati

kembali, ia terbenam sepi




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 100311
.

JEJAK MU

.
hari ini

tak kulihat jejak mu



kamu

yang masih bersembunyi

dibalik keping-keping hati

tenang-tenanglah kau disana

bersama bening matahari



aku

mencumbui bayang mu





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 100311
.

Rabu, 16 November 2011

TERKOYAK

.
kau buat warna mentari pucat

langit pun hitam berkarat

jingga pelangi enggan menyeruak

diantara jiwa-jiwa yang terkoyak



reduplah jika kau ingin tenggelam

bawa serta rasa mu yang terdalam

usah kau bawa aku dalam kehampaan

sebab, aku masih menanti ;

sinar mentari yang menawan




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 100311
.

DUHAI AIR MATA

.
air mata terus mengalir

tak henti ; tak berkesudahan

di pucuk bibir, aku terdiam



linang mu masih menetes

meratap ; tak manyayat

di selip senyum, aku menggeram



duhai air mata berlinang

jangan biarkan aku menangis

dalam diam menggeram



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 100311
.

Selasa, 15 November 2011

Luka Itu Belumlah Mengering /38/

.
.
luka itu belumlah mengering

kembali kau jatuh dan terbanting

membekap noda tak tersaring

pada sesal yang berteriak nyaring



kini kau tertatih-tatih

memikul beban yang perih

menangisi dosa yang memutih

ratapi takdir yang merintih



berikan pada ku sesal mu

agar kasih ku tak punya malu

buang dosa mu kedalam hatiku

agar tulus ku mendahului waktu mu





#salam imaji#

Ka Tyo to Riskha Dewi

Jakarta 101210
.

Ku Ingin Cinta /37/

.
kunyanyikan kidung cinta kepada matahari

adakah hatimu terik ?

adakah rindu mu menyengat ?

adakah dia terlena oleh suara jiwa ?



kuteriakan kejujuran kepada lembayung senja

apakah rasa mu tenggelam ?

apakah cinta mu tak mendengar ?

apakah dia tuli oleh keikhlasan nya ?



kubisikan rindu kepada rembulan

ku ingin hangat nya

ku ingin cahaya nya

ku ingin tulus cinta nya





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 101210
.

Mengulum Sabar /36/

.
terdiam menatap langit

terpendar buram warna pelangi

di angkuh mu yang terus menjerit

pesona mu hilang terbekap sepi




engkau tertawa tak berujar

aku berbisik tak terdengar

engkau tersenyum elok menawan

aku terdiam mengulum kesabaran




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 101210
.

Mata Kejora /35/

.
mata kejora itu kembali menatap lembut

nanar marintih perih rasa berbalut

hujam ke jiwa, hati terpaut

di relung nurani, kasih pun menggelayut



tetaplah kerling mu berbinar

biar kunikmati kelopak mu yang bersinar

dan kukecup indah mata yang terpendar

meski bukan tulus yang berujar




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 051210
.

Biarkan Aku Menghilang /34/

.
kau bisikan rindu duka menyayat

merdu terdengar hati terjerat

lidah terkulum manis memikat

gaung mu hanya goda sekelebat



lantunkan saja gemulai mu kepada angin semriwing

usah kau harap lahar menjadi dingin

atau nyanyikan lagu cinta hingga kau yakin

telingaku tuli, meski suara mu nyaring



usah kau pinta aku mendengar

jerit dusta mu yang terumbar

biarkan aku hilang tanpa kabar

meski kau mati dan terkapar





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 051210
.

Kepada Geliat Mata Kejora /33/

.
resah mencengkeram jiwa terdampar

iringi awan putih yang terhampar

jatuh ke bumi dan terkapar

pada senyum manja yang terlempar




kutepiskan terik mentari yang menyengat

abaikan pelangi senja yang menampakan semburat

demi kau ;

duhai mata kejora yang menggeliat

aku ikhlaskan do'a penghibur semangat



mungkin waktu tak berpihak

sang takdir pun enggan berkehendak

pada tulus ku yang tercampak

dan cinta ku yang terkoyak




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 051210
.

Seutas Cinta /32/

.
hembusan angin lembut mendayu

menerpa lirih wajah kemayu

ingkari hati yang kini layu

tersemai bunga cinta merayu



menggigil angin masuk ke raga

benamkan angkuh rasa melena

hati pun terbang ingin menjamah

seutas cinta rindu mendesah




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 051210
.

Terbiar Hambar /31/

.
terbiar pasrah, luka mendera

saat kujemput senyum penuh lara

sembunyikan perih, terbungkus dawai-dawai asmara

kidung cinta pun hambar tanpa gelora



abaikan bintang yang berkedip manja

acuhkan mentari, semi kan seroja

tarian jalang mu pun liar meraja

dan simfoni rindu hanya bualan semata





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 051210
.

Dimana Kau Wahai Hati ? /30/

.
sejuk embun basahi pagi

hangat mentari lembutkan hati

mencuri takdir yang bersembunyi

pada waktu tak bertepi



dimana engkau wahai hati ?

letihkah diri mu terus berlari ?

singgahlah sejenak untuk menemani

meski hanya senyum yang kau beri




##

Ka Tyo

Jakarta 011210
.

Teduhlah Mentari /29/

.
terik mentari suburkan penat

bersemai letih perih menyengat

taburi mimpi nafsu menjerat

mekarlah jenuh asa tersemat



teduhlah teduh, duhai mentari

ratapi buai hati menari

tangisi hasrat jiwa menari

agar bisa kusong-song indah nya hari




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 011210
.

Lepas, Ikatlah /28/

.
lepaslah, apa yang seharusnya menghilang

ikatlah, apa yang seharusnya menguat



di benak ini

kupudarkan bayangan

di hati ini

kucerahkan harapan



di hamparan langit, aku berlari

di belantara malam, aku terdiam




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 011210
.

Senin, 14 November 2011

Masih Terdiam /27/

.
terdiam menatap langit

semakin jelas warna buram terpendar

diantara laku yang mengikis,

dan rindu yang menggigit

angkuh mu telah memudar



engkau tertawa

meski tak berujar

aku terdiam

pada kesabaran yang tenang




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 011210
.

Hanya Tengadah Dan Hujan /26/

.
langit hitam seram

seperti hendak menerkam

merobek jiwa lemah ku

mengoyak hati yang membatu



pada sang maut yang setia menunggu

pada nafsu yang selalu memburu



hanya tengadah, kukenyangkan lapar ku

hanya hujan, kureguk dahaga ku





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 011210
.

Dalam Rintik Hujan Mu /25/

.

kutengadahkan tangan dalam rintik hujan Mu


basuhi jiwaku yang lelah

sinari hatiku yang gelisah

agar rindu ku tak lagi mendesah

agar cinta ku kian pasrah




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Duhai Jiwa Yang Terluka /24/

.
duhai jiwa yang terluka

tersenyumlah untuk bintang-bintang

beryanyilah kepada sang rembulan

rasakan rindu ku yang berkelip manja

sentuhlah cinta ku yang hangat menggoda

agar senyum ceria bisa kau jelang

bersama, kita lantunkan kidung-kidung asmara



#salam imaju#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Aku Bukanlah Mau Ku /23/

.
aku adalah aku

bukan mau ku

bukan pula ego ku

meski asa berdetak di jantungku



biarkan aku menjadi api atas kesedihan mu

biarkan aku menjadi air atas amarah mu

karena aku tak bisa melawan takdir ku

meski cinta mengalir di darahku




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Jangan Palingkan Wajahmu /22/

.
lepaskan belenggu nestapa

dengan senyum manis menawan

dan biarkan terbang bebas,

dalam kesunyian yang lena

agar wajahmu tenang metap kelukaan



jangan kau palingkan wajahmu

ke arah matahari yang tersipu

karena hatiku yang rapuh,

tengah mengarungi gairah asmara rindu

di pantai cinta mu



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Sepenggal Cerita /21/

.
seribu luka yang menghujam tubuh

tak akan sanggup merobek keakuan ku

segala perih dari mu, yang siap membunuh

tak bisa mengubur kesunyian ku



luka bukanlah cinta

sunyi janganlah kau goda

inilah aku yang teraniaya

sebab perih adalah sepenggal cerita




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Minggu, 13 November 2011

Rindu Tak Terjamah /20/

.
.
membias penat, pada segumpal resah

meregang letih rindu tak terjamah

dalam gejolak rasa membuncah

cinta lenyap tergolek pasrah





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Sang Merak /19/

.
kepak-kepak sayap mu tak lagi berwarna

suram dalam kediaman yang teguh

buram dalam kesunyian yang hampa

mungkin kau masih menghitamkan luka di tubuh



tak ada lagi pendar-pendar keindahan yang mampu kukecap

yang dulu kerap membuat bibirku luruh

sebab, sang merak kini tengah terlelap

dalam pesona nya yang angkuh





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Sabtu, 12 November 2011

Bayang-bayang /18/

.
aku hanyalah bayang-bayang

aku hanyalah yang terbuang

yang mudah kau lupakan

dan mudah kau hempaskan



aku sadar, aku bukan apa-apa

aku juga tak sempurna



tapi kau telah tertanam di hatiku

melekat di jiwaku

tak akan hilang dari kalbuku

karena ku selalu mencintai mu




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Kepada Rembulan /17/

.
setitik cahaya membias manja

pada temaram malam yang tenang



aku bertanya kepada rembulan



dimanakah senyum mu ?

kemanakah hangat mu ?

kenapa dengan diri mu ?

apakah kau merindukan ku ?



bisikanlah kepada ku

tentang indah nya matamu




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 191110
.

Rasa Itu Masih Ada /16/

.
rasa itu masih ada

tak pernah sirna

andai saja kau mampu memaknai

tak ada yang pergi

tak ada yang tersakiti



usah kau menangis lagi

karena aku masih disini

tak bisa berlari

aku ada untuk mu

menjaga, dan melindungi mu




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 191110
.

Masih Menanti /15/

.

senja telah menghilang

malam pun datang menjelang

wajahmu tetap bersinar di hati

meski gelap jiwa, menanti sang mentari






#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Mencari Hakikat /14/

.
mencari hakikat di belantara akal

tak kutemui jiwa yang tegar

hilang dalam kegetiran

musnah dalam kesenangan



yang tertinggal hanya seonggok pasrah

terlepas dari rasa malu

pada kebesaran hati

dan kebanggaan akan dosa-dosa



lalu terdiam

hening, sunyi

meratapi ketakutan

lalu, bersembunyi dalam takdir Illahi





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Aku Malu /13/

.
tak lagi ada harap dan pinta

karena aku malu

malu pada nikmat Mu

malu pada kasih Mu



hanya sombong yang menjelma

hanya bodoh yang tercipta

air mata takut pun tak mampu menghapus

ketika malu, terlupa pada dosa-dosa yang memberangus





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Dalam Hening Ku /12/

.
setitik asa berpalung gundah

pada waktu tak bertepi

kusandarkan beban di kelam malam yang terluah

akankah sepercik cahaya singgah di hati ?



kurengkuh setitik cahaya Mu dalam hening ku

tetaplah bersinar pada khusyu ku

agar samar dunia tak mampu merayu ku

walau tangis ku luruh dalam dalam harap ku

akan semua belas kasih Mu





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

Sabar /11/

.
penat ku menghitam

jenuh ku menggeram

teriak ku meredam

amarah ku terbenam



tinggal lah bisik yang kian meringkik

pada kesabaran yang tercekik




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 171110
.

R O M A N S A /2/

.
CINTA YANG MERAJUK
.

rasa angkuh tak lagi bisa mengendap

kerinduan, tak akan pernah menguap

senyum mu, kerling mu, dan segala pesona keindahan mu

telah menjelma alunan melodi cinta yang syahdu



kebekuan ku kini mencair

kebimbangan pun telah sampai pada titik nadir



duhai hati yang lelah mencari makna ;

bahagiakah kau merajut serpihan hati bersama nya ?



duhai bintang kejora yang menggelayut manja ;

diantara langit-langit malam yang membaca risalah

kedipan sinar mu telah menghangatkan jiwaku yang resah

akan gelora rasa yang kembali membara



duhai angin malam yang bertiup lembut ;

diantara sepi dan dingin yang semakin larut

hembusan nafas mu telah menghanyutkan kepedihan hati yang mabuk

oleh cinta yang datang merajuk



duhai rembulan yang tenang dalam peraduan malam ;

di cakrawala dunia, kau setia menghangati insan bumi yang muram

dan cahaya hatimu telah menghempaskan segala kebimbangan

akan cinta yang terkapar pasrah dalam buai impian



duhai mentari yang setia menjaga bumi

terik mu telah mengeringkan galau di penat asa

tunggu lah aku disana !

diantara tepian hati, dan janji-janji



aku datang membawa setangkup harapan

bersama bintang kejora, angin malam, dan rembulan ;

yang akan menjadi saksi

ketulusan cinta, terpatri di hati



hanya untuk engkau ;

pujaan hati yang kemayu



akan kutunggu saat-saat itu

saat hati berkalang rindu,

saat jiwa resah bergelut dengan waktu

hingga cinta kembali bertemu



andai bumi ini runtuh di matamu ;

dan semua mahluk pergi berlalu dari senyum mu ;



aku akan tetap disini

terbaring bersama mimpi-mimpi

setia menjaga cinta suci ini

menanti, hingga engkau kembali







#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 050210
.

Jumat, 11 November 2011

R O M A N S A /1/

.
SAYAP-SAYAP CINTA
.

kuraih puing-puing sampan cinta yang resah

kurakit bersama tiang-tiang rindu yang pasrah

kudayung menelusuri samudera hatimu

arungi riak gelombang, dan hembusan angin beku


berharap temukan tempat berlabuh

dimana sisi hati akan menuangkan segala keluh

dan menambatkan nya, untuk satu yang di damba

yang kudekap dalam sayap-sayap cinta



lembayung senja turun iringi sepi

menuntun ku menuju temaram nya yang buram

masuki ruang rindu yang muram

dan berjalan ke arah yang tak pasti



jingga malam perlahan hadir memukau

membawa bintang kejora di matamu

seakan seluruh insan luruh dalam kemilau nya

hingga terang lah bumi akan pesona nya



biarkan aku dalam kilau di matamu

biarkan aku aku takjub pada keindahan wajahmu

biarkan aku mengecap senyum di bibirmu

dan biarkan aku memeluk cahaya cinta mu



kala malam kembali terjelang

angan ku tak jua henti melayang

mengembara semakin jauh

berselimut hati nan jenuh



dalam pekat nya malam

cinta ku bersinar kelam



jika aku bisa menjadi bagian dari diri mu

aku mau menjadi air matamu

tersimpan rapat-rapat di hatimu

menetes dari kelopak matamu

mengalir hangat di kulitmu

tertahan di hidungmu

hidup di lembut pipimu

mati di manis bibirmu



cinta adalah sekuntum bunga yang mekar di taman hati

indah menawan, penuh dengan aroma mewangi



lembutkan naluri pengertian

ungkapkan segala kebaikan

curahkan berjuta kejujuran

taburkan senyum kesetiaan

bjak dalam sikap dan tindakan

terang dalam pendar-pendar kehidupan



datang lah sejenak duhai cahaya bintang ku ;

cari dan temukanlah makna arti diri ku

di sepi angan ku

di resah rindu ku

dalam setiap mimpi-mimpi indah mu



mengembaralah kau bersama hembusan angin malam

bawa serta nafas kerinduan mu yang muram

kedalam dekap hangat sang rembulan kelam

agar rasa yang bergolak di jantungmu, tak lagi menghitam



jemputlah bintang-bintang ke haribaan

untuk menemani setiap perjalanan

hingga nanti temukan harapan

pada cinta yang kau dambakan



gantunglah rindu mu di atas awan-awan putih

rebahkan resah mu yang lirih

biarkan ia tersapu angin pagi

hingga sampai kepada sang mentari



tinggal lah disana sejenak, duhai hati yang merintih ;

aku akan datang bersama bintang-bintang, dan sepenggal hati putih

untuk menjemput mu kembali

mengarungi samudera cinta yang hampir mati



cepat-cepatlah kemari, duhai permata ku

song-songlah aku dalam peluk rindu mu

rasakanlah, betapa bergelora nya hatiku

menanti mu hingga ujung waktu






#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 050210
.

K A N G E N /3/

.
RINDU YANG TELAH MATI
.

tertatih-tatih aku mencoba abaikan rasa

terseok-seok bertahan dalam kebekuan hati

namun runtuhlah sudah benteng keangkuhan diri
ketika kau datang dengan senyum manis manggoda



kau hampiri aku dengan segala keluh kesah

kau rayu aku dengan tangis kepedihan

dan aku tak tahu ;

apakah rindu yang tengah memeluk tubuh resah ?

ataukah cinta yang tengah menghapus air mata kesedihan ?



kau lah kekasih masa lalu

kau lah luka bagi cinta ku



kini kau kembali

membawa sesak luka hati

berharap aku menampung semua air mata

menjadi telaga tanpa warna



kepada ku kau ingin berbagi

kepada ku mencari kepekaan hati

berharap aku bisa memberi

sisa-sisa rasa dari serpihan cinta yang telah mati



apa yang terjadi dengan diri ku ?

mengapa aku tak kuasa menghapus bayang-bayang mu ?

mengapa aku tak bisa mengenyahkan senyum yang merajuk ?

mengapa aku tak mampu mengentalkan keakuan ?

mengapa aku yang harus terpuruk ?

apakah aku memang merindukan secercah harapan ?



kau selalu saja begitu

memburu ku tanpa kenal waktu

abaikan benci di buliran air mata

lupakan luka, di sisa-sisa cinta yang teraniaya



jengah, aku menampik

resah, kian mencekik

kasih, masih merintik

lirih, iba meringkik



kau lah kekasih penebar duri

kau lah ratu manja para lelaki



hentikan sejenak langkah mu itu

usah kau renggut lagi kasih sayang ku

pergi lah

lenyap lah

menjauh lah dari ketenangan hati

tinggalkan aku disini

sendiri

sepi, dan mati






#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 040210
.

CINTA GILA

.
banyak yang bilang, anugerah terindah itu cinta

yang Tuhan berikan kepada manusia

agar dapat merasakan getaran nya

dan kebahagiaan yang terpancar dalam gelora nya



tapi kenapa kebekuan hati mu tak jua resah ?

kau tampik semua keikhlasan yang tersaji

kau acuhkan segala ketulusan yang kuberi

kau lepaskan segenggam cinta yang indah



dimanakah kau sekarang ?

apakah kau berada dalam pelukan cinta ?

ataukah masih terkatung-katung dalam pencarian ?

berharap pada segenggam cinta lain yang kau puja ?

namun tak mampu menemani mu dalam kehampaan

atau mungkin sepi nya malam adalah teman setia mu dalam kesedihan ?

hingga harapan tak lagi akan terjelang



kejar lah apa yang bisa kau rengkuh

bawalah ia kedalam sanubari yang rapuh

rangkul lah ia kedalam cinta yang kau aniaya

dan rasakan kebahagiaan yang terpancar pada setiap gelora asmara



tapi bukan sesaat

untuk selamanya

hingga kematian mendekat

dan kau tak perlu lagi mengubur karma



kau pun tahu

begitu banyak kumbang-kumbang disekeliling mu
mengitari putik bunga dari wajah kemayu mu

dan tak sedikit yang ingin menghisap sari madu dari bibir mu

sebab, kau selalu menjalankan peran sebagai seorang ratu

yang ingin dimanja dan dicumbu

dengan hiasan pesona yang penuh rayu



adakah kumbang yang sanggup menjadi raja di hati mu ?

aku yakin tidak !

sebab cinta bukanlah pesona wajah ayu

ataupun kau tolak,

sesuka kau berkehendak



cinta mu adalah nafas mu

bukan kecantikan mu


cinta mu adalah darah mu

bukan kemarahan mu


cinta mu adalah denyut nadi mu

bukan kesedihan mu


cinta mu adalah detak jantung mu

bukan kebingungan mu


cinta mu adalah hati mu

bukan ke putus asaan mu


cinta mu adalah kehidupan

bukan kehampaan


cinta mu adalah kematian

bukan kesenangan




letih kah kau merayu cinta dikerling mata manja ?

sedangkan hatimu menampiknya dengan segala keraguan

puaskah kau mengembara menjerat cinta di senyum bibir menawan ?

jika hatimu masih mengunci sepi di kebekuan yang kau cipta



kini kau terdampar dalam kebimbangan

terpuruk dalam ke putus asaan

cinta yang kau tebar

semakin terbiar pudar

cinta yang kau rasakan

tak lagi di pedulikan




kegilaan apa lagi yang akan terjadi ?

apakah bagi mu cinta adalah barang mainan yang tak punya arti ?

yang bisa kau lemparkan sesuka hati

dan kau buang tanpa mau peduli



apakah kau menikmatinya ?

ataukah hatimu telah lama mati ?

dari rasa, dari asa

dan dari cinta sejati ?



cinta telah membuat kita menjadi gila

menjungkir balikan akal logika

tak tahu yang benar dimana

dan yang salah dimana

tak mengerti yang mana kesetiaan

dan yang mana penghianatan

sebab, kita adalah budak-budak cinta

yang selalu mabuk nafsu dunia




duhai mentari hatiku !

cinta ku pada mu

adalah cuma setetes dari nikmat Nya yang meluah

yang dikucurkan kepada hamba Nya yang berserah



cinta ku kepada Rabb ku

tak lekang oleh waktu

hingga maut menjemput ku

dan kematian merindukan ku







#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 060210
.

Kamis, 10 November 2011

IBU....... Aku Ingin Kau Kembali Tersenyum

.
dalam terik mentari

aku berlari merengkuh batas mimpi

mencumbui waktu di ruang-ruang nya yang tak pasti

namun, tetap bertahan pada keyakinan hati



kepenatan telah kubiarkan

keletihan pun terabaikan

rintangan hidup tak mampu menahan

laju langkah ku mencari kebahagiaan



pada mimpi kulesatkan semangat ku

pada asa kuterbangkan keyakinan ku



demi tangis mu ibu ;

kubiarkan hilang segala kesenangan

demi air mata cinta mu ;

kuhamparkan janji-janji kebahagiaan



walau tubuh ini kian renta

ku akan tetap memburu mimpi

walau hati ini terluka

ku akan bertahan memikul janji

walau jiwa ini letih

ku akan terus berjuang mengoyak perih



mencari kelayakan

meraih kebahagiaan

untuk janji yang terucap sarat

untuk amanat yang masih tersemat



dalam gigil malam yang resah

kupeluk kesedihan mu

dalam kesunyian yang pasrah

kuhapus air mata mu

pada rentang tangan yang mengulum do'a-do'a

kucium wangi surga di wajahmu yang kian senja



dengan tubuh ku

dengan luka ku

dengan cinta ku

akan kupersembahkan mimpi-mimpi di bibirmu



agar kau kembali tersenyum untuk ku







#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 190310
.

K A N G E N /2/

.
DESAH RINDU YANG MERAPUH PADA BAYANG-BAYANG WAJAH YANG RAPUH
.

luruh sudah sang karang diterjang ombak

hancur berkeping-keping tanpa bisa melawan arus nya

semakin tenggelam ke dasar kagalauan yang sesak

sebab, sang ombak datang dengan segala kerinduan nya



semilir angin mendesah lirih

seiring detak jantung yang kian mendetakkan sepi yang rapuh

hembuskan sesak yang merintih

saat hati enggan memikul resah yang kerap berlabuh



batin pun meronta-ronta manja

melepaskan ikatan rasa yang menyiksa kepasrahan

terkung-kung bayang-bayang semu elegi cinta

dalam dekap hangat cahaya rembulan



letih sudah jiwa berlari mencari mimpi

sedangkan kau tidur di kedua pelupuk mataku

semakin kaki ini melangkah pergi

jika setiap perjalanan yang terlewati ;

bayang-bayang mu selalu menghantui hidup ku



apa yang kau harapkan dari ketidakberdayaan ku,

mengubur cerita indah saat bersama mu ?



demi cinta mu ?

atau untuk menutupi kerapuhan mu



duhai malam yang kian senyap oleh kepekatan ;

mengapa kau benamkan hatiku dalam kebimbangan ?

apakah kesunyian mu tak lagi mampu menghapus pesona nya ?

akankah kau biarkan aku terhanyut dalam keindahan rasa yang tercampak oleh nya ?



dimanakah angin mu yang semilir itu ?

yang dulu mampu menerbangkan bayang-bayang wajah nya

dimana bintang-bintang mu yang bercahaya itu ?

yang telah meredupkan hatiku,

akan cinta yang teraniaya



sang bintang pun terjengah muram

menangisi resah yang melinangkan perih di jantung nya

melihat rintih sang dewi malam

saat meneteskan air mata cinta nya



kepada sukma ku yang terlelap ;

dalam buai mimpi-mimpi malam

ia datang mencari asa, diantara rasa yang telah lenyap

agar segala rapuh di matamu ;

membangunkan keping-keping rindu yang buram



haruskah aku kembali menjemputnya ?

memeluk luka di matanya,

dengan kehangatan cinta yang menggelora ?

seperti yang sudah-sudah

sedangkan aku masih berdiri, dalam keraguan yang nyata





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 010210
.

Rabu, 09 November 2011

K. A N G E N /1/

.
.
JEJAK-JEJAK KENANGAN

.
saat malam semakin larut

rembulan kembali mengerucut

dan bintang-bintang telah meredupkan cahaya nya ;

aku masih terjaga mencelungkan mata

dalam ruang-ruang hampa waktu

yang kerap meluluh lantakan hati yang riuh

mendengungkan kidung sepi yang rapuh

membuat diam ku kelu membeku

oleh resah yang kian tak menentu



senyum itu menari-nari di pikiran

mengajak ku larut dalam keindahan lamunan

seperti alunan lagu dewi perindu

yang terbuai dekapan masa lalu



senyum mu bagaikan lebah madu

berasa manis, namun bisa menyengat


wajahmu bagaikan bunga mawar yang sedang tumbuh

Indah mempesona

namun sanggup menusuk jantung, dengan duri-duri nya yang tajam


matamu bagaikan mentari pagi

teduh dan hangat

namun mampu menghanguskan, dengan cahaya nya yang membakar



resah ku kian tak terkendali

gelisah pun ingin segera berlari

mengejar senyum mu yang telah pergi

meninggalkan jejak rindu di hati



engkau telah berlalu dari hidup ku

sedang aku masih mencumbui bayang-bayang mu

engkau tinggalkan jejek-jejak cinta pilu

aku pun sibuk memunguti sisa-sisa kenangan yang tercecer lusuh dan layu



agar dapat kubingkai kembali menjadi pigura cinta yang baru

untuk sekedar mengingat dan menangisi kerinduan ku

akan segala kenangan indah saat bersama mu





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 310110
.

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

Lov3 P0ems

PUJANGGA MALAM

.
ada apa dengan mu ?

duhai permata harapan

kau terus saja berlari dalam kesendirian

tanpa sempat ku mengerti, segala alasan yang terabaikan



apa yang terjadi dalam benakmu ?

duhai burung pipit yang kemayu

kau masih saja meragu pada helai-helai kasih yang rintih

dan melepaskan sayap-sayap hatimu yang putih



letihkah batin mu mendengar canca tawa dan kepekaan ku ?

ataukah cemburu telah mengotori perasaan mu ?

akan arti hadirnya diriku untuk mu

membersihkan segala keluh kesah mu



duhai hati yang merindu ;

ijinkan aku membawa kesedihan mu

kedalam kesunyian waktu yang beku

dengan hangat peluk kasih sayang ku



biarkan aku menampung semua derai air mata mu

kedalam gigil sang bayu

dan samudera hatiku

yang trenyuh akan kisah pilu cinta mu



aku bukanlah mentari

yang mampu menyinari hatimu yang perih

membakar gelap di jiwamu yang ringkih

dari kepalsuan cinta sejati



aku hanyalah rembulan

yang akan menghangatkan mu dari dingin nya malam

yang akan menyelimuti sepi tak berkesudahan

dari keresahan yang tak kunjung padam



aku tak bisa membawa bintang keharibaan mu

dan meniupkan rindu ke jantung hatimu yang kelam

sebab, aku hanyalah pujangga malam

yang selalu berlalu menembus waktu






#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 310110
.

CINTAI AKU YA ALLAH

.
waktu bergulir kian lambat terasa

menyusuri lorong-lorong hampa tanpa makna

jiwaku terseret kedalam pusaran nya

tanpa kenal lelah, terus berjalan dalam kekejaman nya



apa yang kucari dan kuharapkan

tak jua kutemukan

namun tetap kurangkaki dengan diam

menembus belantara dunia yang makin kelam



tuntunlah aku dengan kasih sayang Mu

wahai Sang Takdir

sentuhlah aku dengan air mata Mu

wahai Sang Tabir

peluklah aku dengan cinta Mu

wahai Sang Khalik



sebab, nafsu jiwaku telah tergadaikan

resah hatiku kian terabaikan

nikmat Mu terkecap buram

oleh lorong waktu yang tersamar hitam



kini ;

jiwaku bagai tubuh tanpa asa

resah mencari seteguk cinta

dari setiap tetes nikmat Mu yang terkontaminasi



akankah bahagia datang menyeruak tawa ?

tersembul diantara lubang-lubang kepedihan dan kealpaan

atau kepedihan itu adalah karunia Nya ?

yang tak pernah kusadari dan kerap terabaikan, kala mata tertutupi nafsu dunia



dimanakah Engkau, wahai pelipur lara ?

ketika kesedihan, menumbangkan benteng-benteng kezuhudan


dimanakah Engkau, wahai dzat yang penuh cinta ?

ketika aku tenggelam, dalam emosi kekhusyu'an



ku yakin dan percaya

bahagia akan datang menghampiri

merangkul ku, dengan tangan-tangan Mu yang perkasa

dengan kelembutan dan cinta kasih Mu yang suci



lenyapkanlah kekhilafan-kekhilafan ku

musnahkanlah dosa-dosa ku

agar aku sanggup tersenyum dalam kegetiran

dan mampu terpejam pada setiap goda dunia yang memabukan kesenangan



Ya Allah ;

tempat berserah jiwa-jiwa resah yang pasrah

aku ingin hidup dalam kasih Mu

aku ingin mati dalam cinta Mu







#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 170910
.

Selasa, 08 November 2011

6/ Sayang

.
sayang

nikmatilah hari-hari bersama wajahku

dan aku pun ;

akan selalu menjaga mu

dengan do'a-do'a di senyumku



agar mentari yang berlidah terik

dan malam yang berbibir kelam ;

tidak merusak cinta di kedua bola matamu




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 090411
.

5/ Duhai Cinta

.
duhai mata

bersinarlah

aku ingin lelap di pelupuk mu



duhai bibir

mengecuplah

aku ingin berselimut senyum mu



duhai pesona

kemarilah

aku ingin rebah di wajahmu



duhai cinta

masukilah mimpi ku

pintu rindu ku terbuka untuk mu




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 060411
.

4/ Mencumbu Rindu

.
kemarilah

hei, wajah sumringah !

aku lelah



ambilkan aku sepotong bulan

suguhkan di meja peraduan

kita santap mimpi-mimpi



setelah itu

kita menyatu

mencumbu rindu



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 060411
.

3/ Masihkah Aku Polos ?

.
telanjangi saja aku

lihat kedalam hati

dan renggutlah


"masihkah aku polos ?"



atau kau cabik-cabik saja

agar bisa kau dengar

aku sudah mencumbu mu


"masihkah aku polos ?"




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 060411
.

2/ Malam Menitipkan Sebuah Sajak

.

kuberikan bintang dan rembulan kepadamu

sampaikan untuk sang kekasih

aku sedih melihat hati merintih




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 060411
.

1/ Dengarlah Riuh Ku

.
memagut kembali ruang sunyi

saat sepi mencumbu malam

hatiku semakin riuh



hei, kau yang terlelap !

"masihkah kau dengar ?"



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 060411
.

10/ Cintai Aku

.

aku ingin mengunyah mu

sejak kau suguhkan sepisau senyum ;

di tajam mataku



"tidak kah engkau sadar ?"




#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 090411
.

9/ Aku Hujam Kau Dengan Panah Cinta

.
lihat !

ini busur ku

juga cinta ku



bersiap-siaplah !

akan kupanah kau

tepat di jantung hatimu



"mati lah kau"





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 090411
.

8/ Pahamilah Cinta

.

jangan lah mencinta

jika hanya cinta yang kau puja


"paham ?"





#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 090411
.

7/ Ungkapkan Sekarang Sebelum Aku Pergi Melenggang

.

sudah kau telanjangi semua kepedihan dan kecintaan ku


sekarang ; "jujurlah !"



#salam imaji#

Ka Tyo

Jakarta 090411
.

Senin, 07 November 2011

Lov3 P0ems

SECANGKIR KOPI DI MINGGU PAGI

.
Secangkir kopi

Di pagi hangat-hangat

Selami nikmat



Gorengan telo

Rokok kretek ji sam soe

Aroma pagi



Mentari malu

Burung-burung berkicau

Bunga ku layu



Asap knalpot

Taman Kota berdebu

Oh, Jakarta ku



Dua ji sam su

Empat gorengan telo

Sehitam kopi



Pagi terhirup

Melulu tanpa warna

Berkah Illahi





#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 091011

Minggu, 06 November 2011

10/ Aku

.

kakiku adalah nafasku

tanganku adalah iman ku

mata dan lidahku adalah nafsu ku

hati dan jiwaku adalah diri Mu



#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

9/ Terlupa

.

denting-denting waktu menyapa

jejak langkah ku terlupa

mengalun lirih takdir menari manja

terbuai jenuh dunia hampa





#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

8/ Membaca Nikmat

.
torehkan kuku-kukumu di hamparan nikmat Nya

lihatlah yang membias dari setiap tulisan Nya

adakah terbaca keikhlasan ?

adakah termakna kepasrahan ?



dan kepada siapa kau berkendara ?

mengarungi samudera hati yang kerap mendengkur

apakah kepada waktu yang berjalan dengan dusta ?

hingga hati tak sanggup memilih nurani yang jujur




#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

6/ Mengunyah Cinta

.
terbelenggu

terkungkung

oleh rasa yang memburu

diantara nafsu yang menggebu

dan rindu yang meraung



lepaslah

terbanglah

biarkan ikhlas berbicara

sebab, hatiku lelah mengunyah cinta



#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

2/ Dawai-dawai Itu Masih Mengikutimu

.
kepak-kepak mu tak pernah pergi

sejauh apapun kau berlari

ia selalu bernyanyi

pada hembus angin yang mengikuti



kenapa kau tutup telinga dengan kedua sayap mu ?

meski ia senandungkan puisi-puisi kehidupan yang hitam

lalu, kau sembunyikan rindu di hati kemayu

sedang ia telah menahan hatimu dengan dawai-dawai asmara yang kelam




#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

4/ Rindu Bintang Hati

.
seperti apakah dirimu disana ?

saat mentari bersembunyi dibalik awan hitam

masihkah senyum mu merona ?

meski warna pelangi memudar kusam



rindukah dirimu kepada bintang hati ?

yang setia menjaga malam-malam penuh rindu

menanti hadir mu di ufuk pagi

kembali bersama merengkuh denting-denting waktu



#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

3/ Jika Kau Ragu

.
maknailah syair-syairku yang lirih

jika kau ragu untuk mencintai

karena aku masih disini

memandangi dirimu yang merintih



#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

1/ Bertanya Tentang Rasa

.
apakah waktu bisa menjawab ?

semua ragu yang membebat senyap

diantara laku dan kekurangan ku

kau kerap bertanya tentang rindu



jujur kah aku pada rasaku ?

setia kah kau pada hatimu ?

ataukah masa lalu kembali membayang semu ?

entahlah, jiwamu telah meracuni mata hatiku




#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

Lov3 P0ems

ELEGI PAGI

.
Telah kusandarkan kebimbangan kepada embun pagi

yang mengalir lembut diantara daun-daun jati

menetes jatuh ke tanah, tertelen bumi


Saat mentari datang dengan sinarnya yang hangat namun keji

mampu mengoyak ketenangan diri

melumerkan sikap teguh sang bintang hati

yang setia menjaga cinta suci


Apakah kebimbangan telah mengkristal ?

beku dan semakin menggumpal ?

ataukah sandaran hati telah hilang melenyap pudar ?

tenggelam dalam keangkuhan nya yang samar ?


Dimanakah cinta mu ?

ketika hatiku pasrah pada kesabaran dan ketenangan jiwa

kemanakah cinta ku ?

ketika kau terdiam dalam keangkuhan dan keraguan batin jumawa


Apakah ketenangan mu mampu mengenyahkan segala keangkuhan mu ?

Apakah keangkuhan mu adalah kesetiaan cinta mu ?


Aku masih percaya akan tulus hati

yang terjadi tak akan mampu mengusik keyakinan diri

karena aku pasrah memikul kesetiaan ini



Duhai mentari pujaan hatiku !

aku masih bertahan pada sebungkal keyakinan

aku masih menjaga segenggam kesetiaan

aku masih memeluk cinta mu




#salam imaji#


Ka Tyo

Bogor 300110

TANPA PUISI

.


Aku mencibir malam

meludahi sang kelam

memaki bintang, juga rembulan

jemari ku patah dalam kesenyapan




Aku mengunyah sunyi

menggigit imajinasi

mengoyak aksara, juga ilusi

pena ku hilang dalam kepenatan




Aku sendiri

Tanpa puisi






#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 090211

PUISI KU LIAR PUISI KU JALANG

.


Puisi ku liar puisi ku jalang

Tercipta dari hati yang terbuang

Lahir bersama jiwa yang mengerang

Berhias penat, emosi pun tertuang




Puisi ku liar puisi ku jalang

Manja melebur alur bait-bait kata lantang

Nakal merajuk bentuk imajinasi yang berlari kencang

Jujur membentur makna realita waktu yang menghilang







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

KERTAS BURAM

.

Tak sedikitpun terlintas

di benakku dendam meretas

mencuri damai yang telah terutas

dalam bayang-bayang yang kerap melintas



Aku hanyalah kertas buram

yang bisa ditulis dan kau simpan

sekedar renungi sisa kenangan kelam

lalu tersobek tanpa harapan



Biarlah tersulut api lara ku

terbakar pudar bara ketulusan ku

agar terbang menjauh segala asap mu

dan jejak mu, pergi bersama debu






#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

Lov3 P0ems

SANG PERAWAN

.

Sang perawan kembali pulang

di haribaan malam letih terjelang

acuhkan bintang yang benderang

sesali waktu nafsu si jalang



Di peraduan hati ia beringsut

terjaga nurani mata tersudut

oleh dosa yang selalu merajuk

ratapi do'a para pemabuk



Akankah cahaya bintang memberi ia selimut kantuk ?

akankah hangat malam mampu ia peluk ?

dari tidur-tidurnya yang membusuk

dari mimpi-mimpi indah yang tak sudi menjenguk



Tatap mata ku nanar menggurat kasih

telanjangi wajah cantik pucat letih

cumbui senyum terkulum yang merintih

tangisi luka yang makin perih



Pulaslah kau, wahai hati gelisah

simpan letih mu pada senyum sumringah

usah sesali hidup yang salah

sebab esok, ceria pagi masih bisa kau jamah







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

BELIEVE

.
Setiap kata yang terucap

telah mengendap di kisi-kisi hati yang tercekat

mengikat semakin kuat

menjerat segala harap



Diantara buai manis rayuan

kau hempas aku dalam keraguan

mengecap segala pesona

pada sepi yang lena



Pada janji ku teringat

Pada cinta ku berharap



Hati ku semekin terjepit

oleh bimbang yang menghimpit

Jiwa ku terjerembab

oleh ragu yang selalu menyelinap



Pada janji mu

Pada cinta mu



Aku ingin meronta

ingin berkata

ingin bertanya

ingin berteriak

tentang sebak yang menyesak

tentang rasa yang menyiksa



Tapi ku tak sanggup !

Ketulusan ku membenamkan semua kebimbangan ku

Kesetiaan menenggelamkan segala kesepian ku



Kepada mu

Kupercayakan cinta ku









#salam imaji#


Ka Tyo

Bandung 120110

SYAIR CINTA

.
Engkau datang

ketika aku bergelut

degub-degub kebimbangan



Engkau tersenyum

di saat aku pasrah

akan bayang-bayang semu



Engkau mendekatiku

kala ku terkungkung

romantika cinta beku



Engkau memelukku

dengaan rindu membara

hingga ku sadar

bahwa, telah kutemukan

cinta yang lama hilang







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 241209

ELEGI

.

Atas nama kasih

Aku merintih



Atas nama sayang

Aku meradang



Atas nama cinta

Aku meminta







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 241209

SENJA MENGIKAL DI ANAK-ANAK RAMBUT

.

Kepala ini

serasa tumbuh uban-uban

meski petang belum memupuk senja

pada helai-helai rambut yang masih pagi

mentari menyuburkan terik di keningku



Lalu wajah memucati putihnya hari

mempias hujan yang ingin mengalirkan anak-anak sungai di mata

dan ubun-ubun membiaskan tangis ibu yang teduh

pada kemarau yang membakar sisa-sisa ingatan



Dada ini

kerap menabuh dentam-dentam geram yang riuh

menggaungkan waktu yang makin tambur

saat mata memicingkan amarah didetak-detak peristiwa

terkadang melupa pada senyum yang menyunggingkan fajar

sebab, perjalanan mengaburkan segala hasrat yang mengikat



Senja pun mengikal di anak-anak rambut

menggelung sepi pada puncak pendakian

terjerembablah malam di hening hati

menuakan keakuan yang paling getir

dari waktu yang memudakan kealpaan

hingga kepala kian mendekati pusara ayah



Duh, otak yang mengerami sunyi !

lepaskan saja terik yang membakar kening

lupakan senja yang mewartakan kematian

sebab, hidup masihlah terbit di mata hati

dan fajar, tetap setia menghitamkan rambut di kepala







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 121011
.

EMOSI JIWA

.
Saat hati tak lagi dapat sembunyi

asa pun beranjak pergi

meninggalkan setitik rasa pada sebuah janji

dari rapuh jiwa, engkau berlari



Saat raga tak lagi dapat menyentuh

ketulusan bak samudera menghempaskan ragu

menyisakan sepenggal luka pada keyakinan rapuh

dari emosi jiwa, engkau berlalu



Duhai pujaan hati !

dimana kau akan sembunyi ?

di kedalaman nurani terpenjara sepi ?

atau di kedamaian semu terkungkung sebuah elegi ?



Wahai jasad tak tersentuh !

kepada apa mimpi-mimpi kau labuh ?

kepada siapa kau tambatkan harapan ?

kepadaku, kepadamu, atau kepada insan penuh rayu bualan ?



Sampai saatnya nanti kau akan terperangah

bahwa kau telah menenggelamkan kesucian hati pasrah

dan waktu jua lah, terjawab semua keangkuhan

segalanya berpulang pada sebuah ketulusan




#salam imaji#


Ka Tyo

Bogor 280110

GAMANG

.
Saat ragu datang menghampiri

tertutuplah akal nurani

tak bisa menelaah, tak jua mampu mengkaji

apa yang ada di benak hati

hanyalah kejujuran yang tak di mengerti

oleh hati yang penuh emosi



Saat jiwa mengembara dalam pekatnya pikiran

diantara sunyi hati dan rindu yang terkekang

tak jua kutemukan sinar ceria pada senyum menawan

terbang, menghilang

sirna oleh gamang emosi jiwa yang terbenam

akan ketidak berdayaan bintang hati, menyentuh dinding-dinding nurani palling dalam



Lalu kemana larinya suara-suara merdu itu ?

yang kerap hadir, melagukan rindu

saat kuterlelap di peraduan bisu



Dimana engkau wahai suara-suara merdu ?

aku rindu akan hadir mu

di pagi hari, saat mentari tersenyum malu



Dimana kau sembunyikan lagu-lagu merdu ?

di kediaman yang angkuh ?

ataukah di kemarahan yang teguh ?



Kerinduan ku akan senyum mu

serupa lebah pencari madu

mengecap harap, terbang mencari tempat bercumbu

dalam ruang hampa waktu



Adakah setetes madu cinta mu mampu menggairahkan kerinduan ku ?

Ataukah rasaku yang kini terbang berputar-putar dalam pusaran waktu ?



Biarkan hati tenggelam bersama kegamangan ku

Sebab, cinta ku masih setia berpijak pada senyum manis mu





#salam imaji#


Ka Tyo

Bogor 290110

IKHLAS

.
Setiap luka yang kau goreskan

tak akan sanggup melemahkan ketulusan ku

segala derita yang kau tebarkan

tak akan mampu menghapus kesetiaan ku



Seberapa jauh kau berlari mengingkari

aku selalu dekat tanpa kau sadari

seberapa lambat kau berjalan menggeram diam

aku telah menetap riuh di relung hatimu terdalam



Carilah apa yang kau inginkan

kejarlah apa yang kau impikan

peluklah siapa yang akan kau dapatkan

sampai nanti hatimu lelah, muak dan terkoyak kehilangan keyakinan

pada karma yang kerap kau acuhkan



Tapi kau tak menyadari

apa yang terjadi saat ini

kau telah merendahkan diri sendiri

menjatuhkan harga diri

menodai kehormatan kodrati

serupa jiwa-jiwa lunglai yang telah mati



Dan lihatlah aku

yang tetap teguh kukuh bertahan pada satu rasa

menjaga ketulusan, mengikhlaskan kesetiaan cinta



Sampai nanti kau kembali kepadaku

membawa semua luka dan penyesalan mu




#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 240110

KEMBALI TERDIAM ... DALAM KHUSYU YANG HENING

Terdiam

menunggu sepi

gelisah

memburu janji

lelah

terhempas waktu

terlelap

dalam gejolak rindu



Mungkinkah aku bisa menggenggam keindahan itu ?

Ataukah semua kembali sirna, terbang seperti debu



Aku bukan cuma meminta

tapi berharap sangat

aku bukanlah yang paling terhina

tapi terlunta-lunta sekarat



Berikanlah senyum

sebab, ku tak mampu mengecap cinta Mu

itu pun sudah cukup meredam jantung yang berdentum

yang sedikit telah merubah hidup ku



Aku cemas menghela senja

pada siang yang tersia-sia

dan Kau butakan matahari

hingga tak dapat ku melihat cahaya di hati



Aku takut menangisi harapan

pada malam tak bermakna

dan Kau padamkan rembulan

hingga kegelapan menyelimuti sepi nya jiwa



Mau dibawa kemana aku ini ?

aku mengikuti

mau di apakan aku ini ?

aku tak peduli



Keikhlasanlah yang mampu kuberikan

Kesabaranlah yang tengah ku perjuangkan



Demi diri Mu yang mencintai ku

aku pasrah pada ujian Mu

demi diri Mu yang mengasihi ku

aku serahkan hati dan jiwaku



Kembali sunyi

dalam diam yang lirih

kembali perih

mengoyak sedih yang tak bertepi



Kembali gelisah meresah rindu

dalam tenang yang pasrah, aku menunggu

batas waktu cinta Mu

batas akhir hidup ku



Akankah rahmat Mu datang menjelang ?

Akankah ridho Mu telah berpulang ?



Kembali aku terdiam

dalam khusyu yang hening






#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 010910

BUNDA, SEDIH MU ADALAH TANGIS KU

.
saat diri terdesak meretas mimpi

kuabaikan keluh di hati

pada satu janji yang terpatri

untuk mu, segenggam asa meretas janji



pinjamkanlah pena Mu ya rabbi

akan kutulis asa di batas mimpi

tentang tulus cinta di hati

dan air mata bunda yang suci



janganlah renggut sedih di dadaku

sebab keluh, tak akan mampu mengoyak ketegaranku

jangan tangisi keyakinan di jantungku

sebab janji, masih setia memeluk wajahmu



duhai mata yang mengentalkan kesabaran !

dan senyum getir yang menguatkan kepasrahan !

jangan lagi kau tumpahkan air mata di sebaris gigi-gigimu yang senja

sebab, aku masih menampung derita mu di uban-uban kepala



Bunda cinta ku !

sedihmu adalah tangisku

air matamu adalah janji-janji ku

kebahagiaan mu adalah semangat ku



Bunda surga dunia !

tersenyumlah, meski hanya sesaat

agar aku bisa merasakan cinta Nya

di ruang hampa waktu yang mellintas cepat



meski pagi tak lagi dapat kumiliki

dan malam-malam yang letih

mengantarkan senja di kedua mataku yang pedih

melepas mu dalam damai di sisi Illahi




#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 151110

KATA TAK BERMAKNA

.
seuntai kata tak bermakna

terbiar lusuh tanpa dicerna

terbuang hilang dengan percuma

lalu mencibir diri abaikan tanya



goresan-goresan kata yang menjelma

tak mungkin lagi bisa berwarna

kau pudarkan begitu saja

acuhkan jemari yang masih bersahaja



tak mungkin tanganku melemah

dan jemariku terkoyak resah

melisankan kasih sayang yang tercurah

dari tulus hati yang pasrah



meski kau acuhkan suara ku

aku akan tetap menyanyikan goresan jemari

meski tak kau hiraukan kalimat-kalimat tulus ku

aku akan terus bersyair lewat kata-kata puisi



cerialah kau wahai lisan ku

tertawalah bersama kata-kata yang terbuang

nyanyikanlah puisi-puisi cinta yang beku

biarkan ia mendengar,

meski aku adalah bayang-bayang



kata-kata memang tak bermakna

lisan pun tak punya warna

tapi jemariku tetap bersahaja

dan cinta ku masih bernyawa




#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 270910

POTRET BANGSA

.

MEREKA




Tanah longsor

Gunung bocor

Udara kotor

Celana kolor

Kucing makan telor

Mereka hidup dalam inkubator



Kisah horor

Teror menteror

Para koruptor

IMF tekor

Akal licik investor

Penguasa asyik molor



Orang sinting

Otak miring

Bau pesing

Harga diri dibanting

Pejabat minum air kencing

Penguasa butuh korek kuping



Beban membumbung

Hidup terpasung

Kami dipentung

Kemunafikan dijunjung

Penguasa linglung

Kaum urban pulang kampung



Sembako melambung

Investor murung

Dosa diusung

Penguasa bingung

Kami makan nasi jagung

Kongmelarat pulang kampung



Tanah dicuri

Ladang dimiliki

Periuk nasi dikuliti

Hidup dikebiri

Terkucil menepi

Di kerajaan singa mereka terisolasi



Tuan tanah

Penguasa wilayah

Kaum penjarah

Hidup bermewah-mewah

Licik bersilat lidah

Di kerajaan kera mereka tak terjamah



Kadal bunting

Gajah nungging

Kerbau juling

Kera sinting

Singa terguling

Anjing







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 291110

POTRET BANGSA (2)

.

HITAM



Tuan

Kau bungkukkan kepala mu di depan pembesar-pembesar istana

Kau tebar senyum kepada tamu-tamu negara

Kau rendahkan diri mu untuk rentenir-rentenir dunia

Tapi, kau busungkan dada, dan berjalan pongah di hadapan rakyat jelata


Tuan

Kau tinggal di istana kerajaan

Sebagai pemilik tanah

Sedang pribumi, tinggal di pinggiran

Sebagai pengontrak tanah


Tuan

Kau dirikan pasar-pasar moderen

Alasan globalisasi atau sekedar tren

Hasil kucuran dana bank-bank impoten

Tapi, kau telantarkan pasar-pasar tradisional, yang bertahan dengan sesajen


Tuan

Kau ketuk palu kepada maling singkong, atas nama keadilan

Kau ganjar dengan 5 bulan kurungan

Tapi, kau biarkan kasus-kasus korupsi dan artis-artis cabul mengambang tak karuan

Hilang, lenyap, sembunyi, tanpa ada kejellasan



Tuan

Aku adalah kutu busuk

Yang suka menggigit, menebar bau busuk

Kepada mereke, para-para pemabuk

Dan kau, yang tak bisa dibujuk


Tuan

Aku adalah penyair busuk

Lantunkan syair-syair nakal bertajuk

Bersayat pilu, tatanan hidup yang telah ambruk

Atas tangis duka, mereka-mereka yang terpuruk



Tuan

Kau kencing berlari

Kesana kemari puaskan diri

Pertontonkan urat kemaluan mu sendiri

Tak peduli meski hilang harga diri


Tuan

Aku kencing berdiri

Tak lagi bisa berlari

Kencingi nasib yang terkebiri

Atas potret buram anak negeri



Tuan

Kau buta

Seperti amarah ku

Kau tuli

Seperti keyakinan ku


Tuan

Kau juling

Aku sinting

Kau pekak

Aku bidak



Tuan

Kau hitam

Aku kelabu

Kau berjalan tanpa mata hati

Aku berlari mencari mata air


Tuan

Marilah kita berkawan

Sudahi saja semua kesenjangan

Agar aku bisa membunuh mu secara perlahan

Dan kita, sama-sama hitam










#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 291110

POTRET BANGSA (3)

.

MATA HATI




Aku terkulai

pandangi wajah-wajah lemah lunglai

berlari hindari kesenjangan yang tak pernah usai

atas kasih bumi yang tercerai berai



Aku terlelap

berbantal pedih, perih, duka dan luka yang menggeliat

berselimut kesal, marah, benci dan emosi yang meluap

sebab, mimpi-mimpi mereka dicuri oleh tangan-tangan iblis yang mencengkeram kuat



Aku bangkit

kobarkan api nurani di tiang-tiang langit

teriakkan syair-syair puisi busuk hitam legit

melawan tirani berdasi yang bersembunyi di kerejaan orang-orang singit



Aku peluk luka ibu pertiwi yang merintih

aku cium tangis mereka-mereka yang tersisih

aku telanjangi dosa-dosa mereka yang memutih

aku cumbui mata hati, dari mata air yang penuh kasih



Aku mati

berkafankan nurani suci

bernisankan mata hati

demi sebuah keadilan sejati







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 291110

Warung Kata Kata: TANPA SYAIR

Warung Kata Kata: TANPA SYAIRm.facebook.com/titahpenahamba

TANPA SYAIR

.

Kularung malam dengan sisa-sisa imaji

Meruang sunyi

Membekap hati



Kembara aksara ku sejenak terhenti

Mengusung letih

Merangkul perih



Duhai malam

Jangan kau tahan syair-syair ku







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 090211

Warung Kata Kata: 10/ Aku

Warung Kata Kata: 10/ Aku

LENTERA

.
Ada buram

dalam jarak pandang ku

Samar

tak mampu menembus akal

Gelap

menyesatkan kalbu dan jiwa



Dimana kudapatkan lentera ?

Akankah mampu menerangi ?

Kemanakah akal bisa menerka ?

Kapankah cahaya itu termilki ?



Aku cuma menatap satu arah saja

tetap saja terkontaminasi

mungkin sudah saatnya aku buta

dan melihat dengan mata hati



Mata hati lebih tajam

melindungi si buta agar tak tersandung

dari kapas yang tenggelam

dan batu yang selalu mengapung



Kapas itu bersih dan putih

Batu itu kotor dan hitam



Jika kalbu dan jiwa menjadi suci

Maka, ia harus menjadi nista



Andai lentera mampu menggantikan kebutaan ku ?

Pandangan ku mampu menembus takdir ?

Akal ku sanggup memilih jalan yang baik dan buruk ?

Pasti lah kematian adalah yang terbaik





#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 110910

Kamis, 03 November 2011

7/ Meski Rindu Yang Tersentuh

.
aku telantarkan hati ini

kepada belantara malam yang sepi

oleh luka, rindu dan cinta

ketika dada sesak menulis cerita



biarkan rasa ini bersembunyi di benakmu

menggelora, menyiksa nurani yang lugu

hingga nanti kau siap membacakan risalah

tentang ikhlas dan tulusku yang pasrah



mendekatlah padaku sesegera kau mau

jika ingin mendengar detak jantung yang riuh

cumbulah malam di kesunyian mu

meski hanya rindu yang mampu kau sentuh



#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

5/ Usah Mencibir Malam

geliat ku pada petang yang muram

temaram senja kaburi jenuh yang menggeram

lembayung pun lelap berselimut kelam

redakan amarah hati yang hitam



dan kau rembulan

benamkan dirimu yang kusam

usahlah mencibir malam

sebab, aku muak dengan kehampaan




#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 131110

Pengikut