Minggu, 06 November 2011

POTRET BANGSA (2)

.

HITAM



Tuan

Kau bungkukkan kepala mu di depan pembesar-pembesar istana

Kau tebar senyum kepada tamu-tamu negara

Kau rendahkan diri mu untuk rentenir-rentenir dunia

Tapi, kau busungkan dada, dan berjalan pongah di hadapan rakyat jelata


Tuan

Kau tinggal di istana kerajaan

Sebagai pemilik tanah

Sedang pribumi, tinggal di pinggiran

Sebagai pengontrak tanah


Tuan

Kau dirikan pasar-pasar moderen

Alasan globalisasi atau sekedar tren

Hasil kucuran dana bank-bank impoten

Tapi, kau telantarkan pasar-pasar tradisional, yang bertahan dengan sesajen


Tuan

Kau ketuk palu kepada maling singkong, atas nama keadilan

Kau ganjar dengan 5 bulan kurungan

Tapi, kau biarkan kasus-kasus korupsi dan artis-artis cabul mengambang tak karuan

Hilang, lenyap, sembunyi, tanpa ada kejellasan



Tuan

Aku adalah kutu busuk

Yang suka menggigit, menebar bau busuk

Kepada mereke, para-para pemabuk

Dan kau, yang tak bisa dibujuk


Tuan

Aku adalah penyair busuk

Lantunkan syair-syair nakal bertajuk

Bersayat pilu, tatanan hidup yang telah ambruk

Atas tangis duka, mereka-mereka yang terpuruk



Tuan

Kau kencing berlari

Kesana kemari puaskan diri

Pertontonkan urat kemaluan mu sendiri

Tak peduli meski hilang harga diri


Tuan

Aku kencing berdiri

Tak lagi bisa berlari

Kencingi nasib yang terkebiri

Atas potret buram anak negeri



Tuan

Kau buta

Seperti amarah ku

Kau tuli

Seperti keyakinan ku


Tuan

Kau juling

Aku sinting

Kau pekak

Aku bidak



Tuan

Kau hitam

Aku kelabu

Kau berjalan tanpa mata hati

Aku berlari mencari mata air


Tuan

Marilah kita berkawan

Sudahi saja semua kesenjangan

Agar aku bisa membunuh mu secara perlahan

Dan kita, sama-sama hitam










#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 291110

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan di comment

Pengikut