Minggu, 06 November 2011

SENJA MENGIKAL DI ANAK-ANAK RAMBUT

.

Kepala ini

serasa tumbuh uban-uban

meski petang belum memupuk senja

pada helai-helai rambut yang masih pagi

mentari menyuburkan terik di keningku



Lalu wajah memucati putihnya hari

mempias hujan yang ingin mengalirkan anak-anak sungai di mata

dan ubun-ubun membiaskan tangis ibu yang teduh

pada kemarau yang membakar sisa-sisa ingatan



Dada ini

kerap menabuh dentam-dentam geram yang riuh

menggaungkan waktu yang makin tambur

saat mata memicingkan amarah didetak-detak peristiwa

terkadang melupa pada senyum yang menyunggingkan fajar

sebab, perjalanan mengaburkan segala hasrat yang mengikat



Senja pun mengikal di anak-anak rambut

menggelung sepi pada puncak pendakian

terjerembablah malam di hening hati

menuakan keakuan yang paling getir

dari waktu yang memudakan kealpaan

hingga kepala kian mendekati pusara ayah



Duh, otak yang mengerami sunyi !

lepaskan saja terik yang membakar kening

lupakan senja yang mewartakan kematian

sebab, hidup masihlah terbit di mata hati

dan fajar, tetap setia menghitamkan rambut di kepala







#salam imaji#


Ka Tyo

Jakarta 121011
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan di comment

Pengikut